Inilah Target Adhi Commuter Properti di Tahun 2019

PT Adhi Commuter Properti (ACP) tengah mengerjakan enam proyek properti. Kemudian terdapat delapan proyek yang sedang proses perijinan dan pengembangan.

Inilah Target Adhi Commuter Properti di Tahun 2019

INILAH, Jakarta - PT Adhi Commuter Properti (ACP) tengah mengerjakan enam proyek properti. Kemudian terdapat delapan proyek yang sedang proses perijinan dan pengembangan.

Adapun proyek yang tengah berjalan itu adalah LRT City Bekasi-Eastern Green; LRT City Sentul-Royal Sentul Park; LRT City Jaticempaka-Gateway Park; LRT City Ciracas - Urban Signature; MTH 27 Office Suites dan LRT City Bekasi - Green Avenue, Grandhika Hotel di 3 kota besar; Jakarta, Medan dan Semarang.

Kemudian delapan proyek yang sedang proses perijinan dan pengembangan, meliputi Cisauk Point (Member of LRT City), Oase Park (Member of LRT City) dan The Premiere MTH, Bogor Raya, Cibubur, Sentul KM 37, Sentul KM 29 dan Sentul Side.

Direktur Keuangan, SDM dan Umum ACP Mochamad Yusuf mengatakan, seluruh produk pengembangan lahan tersebut berupa Apartemen, Ruko, Komersial Area, Mall, Office, serta Landed House di beberapa proyek pengembangan.

"Seiring dengan meningkatnya kebutuhan properti terutama bagi kalangan kelas menengah dikota besar seperti pulau jawa, maka ACP yang bergerak di bidang properti ikut menikmati pertumbuhan peningkatan demand tersebut," kata Yusuf dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Dia menjelaskan, aset ACP pada kuartal I-2019 mencapai Rp2,7 triliun (non-audit). Dengan target penjualan tahun ini sebesar Rp1,7 triliun. "Terdiri dari penjualan unit apartemen, gedung perkantoran, komersial area dan hotel Grandhika," ujar dia.

Ia berharap, dari 14 lahan pengembangan bisa menghasilkan nilai properti Rp42 triliun. Apalagi rencana besar perusahaan pada akhir tahun adalah melakukan Initial Public Offering (IPO). "(IPO) dengan melepas 30% saham senilai Rp2,5 triliun," ujar Yusuf.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, untuk pertumbuhan asset pada 2016 sebesar Rp950 milliar bertumbuh menjadi Rp2,5 triliun pada 2018. "Kami mengharapkan pertumbuhan asset perusahan menjadi sebesar 7-10 Triliun setelah IPO, dengan mengikuti nilai pasar," kata dia. (INILAHCOM)


Editor : DeryFG