Inovasi DPKP Kota Bandung KTP Pohon Libatkan Warga dalam Pemeliharaan Pohon

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung tengah mengembangkan program inovatif bernama KTP Pohon yang bertujuan untuk pendataan dan identifikasi pohon-pohon di seluruh wilayah Kota Bandung.

Inovasi DPKP Kota Bandung KTP Pohon Libatkan Warga dalam Pemeliharaan Pohon
Kepala UPTD Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon DPKP Kota Bandung Roslina menjelaskan, program tersebut bertujuan mempermudah pemeliharaan pohon sekaligus melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan kota. (yogo triastopo)

INILAHKORAN.ID - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung tengah mengembangkan program inovatif bernama KTP Pohon yang bertujuan untuk pendataan dan identifikasi pohon-pohon di seluruh wilayah Kota Bandung.

Program itu menggunakan QR Code yang dipasang pada pohon sehingga warga dapat memindai kode tersebut, untuk mengetahui informasi lengkap mengenai pohon mulai dari jenis, usia, kondisi kesehatan hingga tinggi pohon.

Kepala UPTD Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon DPKP Kota Bandung Roslina menjelaskan, program tersebut bertujuan mempermudah pemeliharaan pohon sekaligus melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan kota.

“Sebenarnya, kami sudah memiliki data pohon yang cukup lengkap. Sekitar 60 ribu pohon telah kami inventarisasi. Rencana barcoding ini tinggal mengintegrasikan data yang sudah ada ke dalam sistem KTP Pohon. Prosesnya masih di tahap penyelesaian informasi digital, terutama soal keamanan data. Setelah itu selesai, baru kita bisa mencetak barcode dan menempelkan ke pohon-pohon yang sudah terinventarisasi,” kata Roslina, Sabtu 20 Desember 2025.

Ia menjelaskan, informasi yang tercantum dalam barcode meliputi nama pohon, nama ilmiahnya, usia pohon, manfaat dan kondisi kesehatannya. Dari sekitar 60 ribu pohon yang telah diinventarisasi, sekitar 1.000 pohon sudah diidentifikasi secara lengkap, termasuk status kesehatannya yang terbagi menjadi sehat, kurang sehat atau tidak sehat.

“Untuk tahap identifikasi awal sekitar 1.000 pohon, prosesnya berjalan lancar. Sementara untuk seluruh pohon, kami menargetkan implementasi bertahap, kemungkinan baru bisa dilakukan tahun depan, setelah sistem digital sepenuhnya siap,” ucapnya.

Selain memudahkan pendataan, program KTP Pohon juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemeliharaan pohon. Dengan adanya data lengkap, petugas dapat memantau kesehatan pohon, usia dan kebutuhan perawatan. Warga juga dapat ikut berperan aktif dengan memantau pohon di lingkungan mereka melalui QR Code.

Roslina menegaskan, salah satu tujuan utama program ini adalah menjadikan masyarakat sebagai mitra dalam menjaga pohon kota. “Jika ada pohon yang tampak kurang sehat atau rusak, warga bisa memindai QR Code dan melaporkannya melalui sistem yang akan kami sediakan. Hal ini memudahkan koordinasi antara warga dan petugas UPTD Penghijauan,” ujar dia.


Editor : Doni Ramdhani