INILAH, Bogor - Bupati Bogor Nurhayanti belum menetapkan besaran bonus untuk diberikan kepada atlet berprestasi dalam Porda Jawa Barat 2018. Hampir tiga, para atlet belum diberi kepastian soal besaran bonus, terutama peraih medali perak dan perunggu.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor saat ini masih mengkaji besaran nominal bagi atlet, pelatih, asisten pelatih dan ofisial yang meraih medali dalam Porda 2018 kemarin.
"Jujur, saya bingung. Karena dari awal tidak pernah diaja bicara soal mekanisme atau soal jumlah bonus untuk diberikan kepada kontingen porda maupun peparda," ujar Plt Kadispora Kabupaten Bogor Aman Muslihat, Selasa (11/12/2018).
Idealnya, kata dia, pemberian bonus meniru apa yang dilakukan Pemkot Bogor. "Dari jauh hari mereka sudah membahas besaran bonus bagi peraih emas, perak dan perunggu. Baik itu atlet maupun para pelatih dan ofisial," katanya.
Aman mengungkapkan, kadispora terdahulu tidak pernah membicara soal bonus ini. Namun saat ini ia tetap akan bertanggung jawab untuk kelancaran pembagian bonus bagi kontingen porda dan peparda.
"Sejak akhir pekan lalu, kami sudah menyiapkan rencana A hingga D. Draf sudah ada yang akan diusulkan kepada pimpinan," katanya.
Kabarya, sejumlah pelatih dari beberapa cabang olahraga akan mengontrog Dispora Kabupaten Bogor meminta kejelasan dan kepantasan nilai bonus bagi para pelatih.
"Sangat tidak rasional jika rincian bonus buat pelatih angkanya di bawah Porda XII Jabar 2014 Bekasi. Minimal bonus untuk pelatih Kontingen Kabupaten Bogor ini mendekati dengan angka yang diberikan Kota Bogor kepada para pelatihnya," ujar Sekum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Bogor Solahudin.
Hal yang sama dikatakan Sekum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kabupaten Bogor Asep Miftahudin yang mengaku kecewa dengan isu rincian bonus pelatih dan asisten pelatih.
"Tidak menghargai jasa pelatih kalau angkanya masih dibawah bonus Porda di Bekasi tahun 2014. Padahal, pelatih mempersiapkan para atlet ini lebih dari 2 tahun," ujarnya.
Informasi yang diterima INILAH, para pelatih yang berhasil meraih emas bakal diganjar Rp10 juta, perak Rp5 juta dan perunggu Rp3 juta, per keping medali.
Sementara Bupati Bogor Nurhayanti memastikan pemberian bonus atlet dilakukan sebelum masa jabatannya berakhir, atau sebelum akhir Desember 2018. "Enggak lama lagi. Pokoknya sebelum ibu selesai," tegas nenek tiga cucu itu.