Investasi 2025: Jawa Barat Dominan, Sulawesi Tengah Tembus Jajaran Atas
Jawa Barat kembali mendominasi realisasi investasi nasional 2025 dengan capaian Rp296,8 triliun, tertinggi di Indonesia, didorong kuatnya industri manufaktur dan iklim investasi yang kondusif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis data realisasi investasi nasional sepanjang 2025 dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Hasilnya, Provinsi Jawa Barat kembali tampil dominan sebagai daerah dengan capaian investasi tertinggi secara nasional.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, realisasi investasi di Jawa Barat tercatat mencapai Rp296,8 triliun. Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat di posisi puncak sejak kuartal pertama hingga kuartal keempat.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, dominasi Jawa Barat tidak lepas dari kuatnya basis industri manufaktur yang telah mengakar di sejumlah kawasan industri strategis.
“Secara konsisten selama satu tahun ini Jawa Barat tetap nomor satu. Disusul DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sulawesi Tengah. Khusus Sulawesi Tengah, faktor utamanya adalah hilirisasi,” ujar Rosan.
Rosan menjelaskan, pada 2025 realisasi investasi di luar Pulau Jawa justru sedikit lebih tinggi dibanding Pulau Jawa. Investasi di luar Jawa mencapai Rp991,2 triliun atau 51,3 persen, sementara Pulau Jawa mencatat Rp940 triliun atau 48,7 persen.
Menurutnya, tren hilirisasi masih akan menjadi magnet utama investasi pada 2026. Dia mencontohkan Maluku Utara yang mampu mencatat pertumbuhan ekonomi hingga 20 persen, jauh di atas rata-rata nasional, berkat pengembangan industri hilir.
Dunia Usaha Percaya Iklim Investasi Jabar
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai tingginya realisasi investasi tersebut mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Jawa Barat yang terus dijaga agar kondusif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan capaian Rp296,8 triliun, realisasi investasi Jawa Barat pada 2025 setara 109,9 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Posisi kedua ditempati DKI Jakarta dengan Rp270,9 triliun, disusul Jawa Timur Rp145 triliun, Banten Rp139,2 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp127 triliun.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa kepercayaan dunia usaha, baik dari dalam maupun luar negeri, terhadap Jawa Barat tetap terjaga. Pemerintah provinsi berkomitmen menciptakan kepastian, kemudahan, dan rasa aman bagi investor,” ujar Dedi.
Selain memimpin secara nasional, realisasi investasi Jawa Barat juga menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Dibandingkan 2024 yang tercatat Rp251,14 triliun, capaian 2025 meningkat sebesar 18,21 persen.
Peningkatan tersebut mencerminkan derasnya arus investasi di berbagai sektor strategis, mulai dari industri manufaktur, kawasan industri, hingga sektor jasa dan infrastruktur.
Dari sisi komposisi, investasi di Jawa Barat ditopang secara relatif seimbang oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp147,02 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp149,8 triliun.
Menurut Dedi, keseimbangan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tidak hanya bergantung pada modal asing, tetapi juga ditopang kuat oleh pelaku usaha nasional.
“Kami ingin investasi yang masuk benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya besar secara angka, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan mendorong pemerataan pembangunan,” katanya.
Ke depan, Pemprov Jawa Barat akan terus mempercepat reformasi birokrasi, menyederhanakan perizinan, serta memperkuat infrastruktur pendukung investasi, termasuk pengembangan kawasan industri dan konektivitas antarwilayah.
Realisasi investasi yang melampaui target ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan ekonomi Jawa Barat di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
“Jawa Barat terbuka bagi investasi, namun tetap harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan, kelestarian lingkungan, dan kepentingan rakyat,” tegas Dedi. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

