Tembus Rp296,8 Triliun, Jabar Kembali Jadi Provinsi dengan Investasi Terbesar Nasional

Realisasi investasi Jawa Barat 2025 menembus Rp296,8 triliun atau 109,9 persen dari target, tertinggi nasional, didorong PMDN dan PMA serta komitmen Pemprov Jabar jaga iklim investasi kondusif.

Tembus Rp296,8 Triliun, Jabar Kembali Jadi Provinsi dengan Investasi Terbesar Nasional
Realisasi investasi Jawa Barat 2025 menembus Rp296,8 triliun atau 109,9 persen dari target, tertinggi nasional. (Istimewa)

INILAHKORAN.ID - Provinsi Jabar kembali menegaskan posisinya sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Sepanjang 2025, realisasi investasi Jawa Barat mencapai Rp296,8 triliun atau setara 109,9 persen dari target pemerintah.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, capaian tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia, mengungguli sejumlah daerah strategis lainnya.

Di posisi kedua, DKI Jakarta membukukan realisasi investasi sebesar Rp270,9 triliun, disusul Jawa Timur Rp145 triliun, Banten Rp139,2 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp127 triliun.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut tingginya realisasi investasi sebagai indikator kuat kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Jawa Barat yang dinilai stabil, kondusif, dan berkelanjutan.

“Capaian ini membuktikan kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, terhadap Jawa Barat tetap terjaga. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memberikan kepastian hukum, kemudahan perizinan, dan rasa aman bagi pelaku usaha,” ujar Dedi dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026). 

Tak hanya unggul secara nasional, realisasi investasi Jawa Barat pada 2025 juga mencatat pertumbuhan signifikan. Dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp251,14 triliun, investasi tahun ini meningkat 18,21 persen.

Peningkatan tersebut mencerminkan derasnya arus modal ke berbagai sektor strategis, mulai dari industri manufaktur, kawasan industri, hingga sektor jasa dan infrastruktur pendukung ekonomi.

Dari sisi komposisi, realisasi investasi Jawa Barat ditopang secara relatif seimbang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp149,8 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp147,02 triliun. 

Keseimbangan ini menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tidak hanya bergantung pada modal asing, tetapi juga diperkuat oleh pelaku usaha nasional.

“Kami ingin investasi yang masuk benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Bukan sekadar angka besar, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan mendorong pemerataan pembangunan,” tegasnya.

Dedi menambahkan, Pemprov Jawa Barat akan terus mempercepat reformasi birokrasi, menyederhanakan proses perizinan, serta memperkuat infrastruktur pendukung investasi, termasuk pengembangan kawasan industri dan peningkatan konektivitas antarwilayah.

Realisasi investasi yang melampaui target ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan ekonomi Jawa Barat di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. 

Dengan kinerja tersebut, Jawa Barat diproyeksikan tetap menjadi destinasi utama investasi nasional sekaligus kontributor signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ke depan, investasi di Jawa Barat harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan, pelestarian lingkungan, dan kearifan lokal. Kami terbuka terhadap investasi, tetapi tetap mengutamakan kepentingan masyarakat,” pungkasnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur