Investasi Kabupaten Bogor Naik 141%, Peringkat Malah Turun ke Posisi Ketiga
Investasi Kabupaten Bogor mencapai Rp32,4 triliun pada 2021-2025, melampaui target 141 persen. Namun, peringkat investasi Jabar turun ke posisi ketiga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Nilai investasi di Kabupaten Bogor mencapai Rp32,4 triliun sepanjang 2021 hingga 2025 atau melampaui target sebesar 141 persen. Meski demikian, posisi Kabupaten Bogor dalam peringkat investasi di Jawa Barat turun dari peringkat kedua menjadi ketiga, di bawah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor Asep Hermawan Setiady mengatakan, capaian investasi tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup besar, meski dari sisi peringkat mengalami penurunan.
"Total nilai investasi Kabupaten Bogor sejak Tahun 2021 hingga 2025, mencapai Rp32,4 triliun atau melebihi target pencapaian 141 persen. Namun, dari segi peringkat tingkat investasi di Jawa Barat, kita menurun dari peringkat 2 ke 3, di bawah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang," ujar Asep Hermawan Setiady kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).
Menurut Asep, Kabupaten Bogor masih belum banyak dilirik oleh industri padat karya. investasi yang masuk lebih banyak berasal dari industri padat modal sehingga penyerapan tenaga kerja belum maksimal.
Sektor yang menjadi unggulan investasi di Kabupaten Bogor antara lain perumahan, pertokoan, makanan, perhotelan, objek wisata, serta berbagai sektor jasa lainnya.
"Dari sisi strategis, Kabupaten Bogor banyak dilirik oleh usaha sektor perumahan, pertokoan, makanan, perhotelan, objek wisata maupun jasa lainnya. Dimana, tercipta 55.438 lapangan kerja," terang Asep.
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang membuat Kabupaten Bogor kurang diminati industri padat karya adalah keterbatasan tata ruang untuk pengembangan kawasan industri serta tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK).
"Kita memang memiliki keterbatasan ruang dan tingginya UMK, hingga industri padat karya memilih investasi di daerah lainnya. Sementara di Kabupaten Karawang, kawasan industrinya sangat luas dan dari segi rencana tata ruang wilayah lebih memungkinkan," jelasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

