Ironis Masih ada Pekerja di Truk Pengangkut Sampah di Kab Bandung Gak Terima Upah

ronis para pekerja magang pengangkut sampah pada armada truk milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung bekerja tanpa diupah. Mereka yang biasa disebut pegawai magang itu, mengumpulkan rongsokan dari sampah yang diangkut kedalam truk sebagai pendapatannya.

Ironis Masih ada Pekerja di Truk Pengangkut Sampah di Kab Bandung Gak Terima Upah
ronis para pekerja magang pengangkut sampah pada armada truk milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung bekerja tanpa diupah. Mereka yang biasa disebut pegawai magang itu, mengumpulkan rongsokan dari sampah yang diangkut kedalam truk sebagai pendapatannya.

INILAHKORAN,Soreang-Ironis para pekerja magang pengangkut sampah pada armada truk milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung bekerja tanpa diupah. Mereka yang biasa disebut pegawai magang itu, mengumpulkan rongsokan dari sampah yang diangkut kedalam truk sebagai pendapatannya.

Menurut sumber Inilahkoran.id yang enggan disebutkan namanya, dalam satu armada truk pengangkut sampah itu terdapat satu orang sopir dan beberapa tenaga kerja yang bertugas mengambil dan menaikan sampah kedalam truk. Status para pekerja ini ada yang pekerja harian lepas (PHL) yang diupah jika bekerja saja. Ada juga tenaga sukarela atau biasa disebut tenaga magang. Ironisnya, meski setiap hari harus berjibaku dengan sampah dan kotoran, para tenaga magang ini sama sekali tidak mendapatkan upah. 

"Tenaga magang ini cuma dapat rongsokan dari sampah yang mereka pilah dari dalam truk. Syukur-syukur kalau dapat rongsokannya banyak, kalau enggak ada yah belum ada rejekinya," katanya kepada Inilahkoran, Rabu 16 Juli 2025.

Dia menjelaskan, jangankan kesejahteraan, fasilitas penunjang untuk pekerjaan mereka saja bisa dibilang seadanya. Tak ada penyediaan sarung tangan, sepatu boot dan carangka atau wadah untuk menyerok sampah. Kata dia, sejak 2024 lalu, sudah tak ada lagi pengadaan. Alhasil, para pekerja di truk-truk penarik sampah ini bekerja dengan peralatan seadanya.

"Sebenarnya berat juga sih, cuma karena mereka tidak punya pekerjaan yang lain yah terpaksa tetap dilakoni. Cuma yah kalau bisa kedepannya tolong lah perhatikan nasib para pekerja ini, baik itu PHL maupun yang magang," ujarnya.

Ia melanjutkan, para tenaga magang ini membantu pekerjaan para pekerja PHL menaikan mengambil dan menaikan sampah dari rumah-rumah penduduk diarea pelayanan. Kemudian, diatas truk atau bisa juga nanti saat tiba di TPS Citaliktik dipilah diambil rongsokan yang masih punya nilai ekonomi seperti plastik kemasan, botol bekas,  logam dan lain sebagainya.

"Mereka enggak punya penghasilan tetap. Makanya kalau ada warga yang ngasih saat ngambil sampah itu mereka sangat berterimakasih. Kalau menurut saya sih pekerjaan mereka itu kan berat dan besar sekali jasanya untuk masyarakat Kabupaten Bandung, jadi sudah sewajarnya dong diberikan upah dan fasilitas kerja yang memadai," katanya.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Kepal Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Asep Kusuma belum dapat memberikan klarifikasi.***


Editor : JakaPermana