Israel Ledakkan Sejumlah Rumah di Perbatasan Lebanon Selatan

Pasukan Israel dilaporkan meledakkan sejumlah bangunan di perbatasan Lebanon selatan di tengah proses implementasi kesepakatan Israel-Lebanon.

Israel Ledakkan Sejumlah Rumah di Perbatasan Lebanon Selatan
Istimewa

INILAHKORAN.ID - Pasukan militer Israel dilaporkan memasang bahan peledak dan meledakkan sejumlah bangunan tempat tinggal di kota-kota perbatasan Lebanon selatan pada Rabu.

Informasi tersebut disampaikan sumber lapangan militer Lebanon kepada RIA Novosti. Menurut sumber tersebut, ledakan terjadi di sejumlah permukiman di wilayah Lebanon Selatan.

“Beberapa waktu lalu, pasukan militer musuh meledakkan bangunan tempat tinggal di permukiman perbatasan Houla. Sebelumnya pada hari yang sama, ledakan dahsyat terjadi di Majdal Zoun, sebelah timur permukiman Hiam, serta di Beit al-Siyad dan Mansoura di Distrik Tyre,” kata sumber tersebut.

Sumber itu juga menyebut pesawat tempur dan artileri Israel terus melakukan serangan ke sejumlah permukiman di Lebanon selatan sepanjang hari.

Serangan tersebut dilaporkan mencakup permukiman al-Jarmaq di wilayah Jezzine, yang berada di sebelah utara Sungai Litani.

Perkembangan tersebut terjadi di tengah proses implementasi kerangka kerja yang disepakati Israel dan Lebanon di Washington pada 26 Juni 2026 dengan dukungan Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut memuat tahapan penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon dan peningkatan kendali tentara Lebanon di wilayah yang ditinggalkan.

Dalam kerangka tersebut, Lebanon berkomitmen memulihkan kewenangan negara atas seluruh wilayahnya, termasuk melalui proses pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara. Penarikan pasukan Israel dirancang berlangsung secara bertahap dan dikaitkan dengan proses pelucutan senjata serta pembongkaran infrastruktur kelompok bersenjata non-negara.

Proses tersebut salah satunya berkaitan dengan Hizbullah. Kesepakatan mengatur pembentukan zona percontohan atau pilot zones sebagai bagian dari tahapan awal pengambilalihan wilayah oleh tentara Lebanon dan proses pelucutan senjata.

Namun, implementasi kesepakatan menghadapi sejumlah tantangan. Hizbullah tidak terlibat dalam perundingan dan sebelumnya menyatakan penolakan terhadap kesepakatan yang mengaitkan penarikan pasukan Israel dengan pelucutan senjata kelompok tersebut.

Perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas militer Israel di Lebanon selatan masih berlangsung meskipun kerangka kerja tersebut telah disepakati. Pada 30 September 2026, laporan lain juga menyebut adanya serangkaian ledakan yang dikaitkan dengan aktivitas militer Israel di wilayah selatan Lebanon.***


Editor : JakaPermana