Istiqomah Tolak Pembangunan TPST Kampung Cikupa di Wilayahnya, Warga Sebut Dua Hal Ini Bakal Berdampak

Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST Cikupa terus ditolak warga setempat. 

Istiqomah Tolak Pembangunan TPST Kampung Cikupa di Wilayahnya, Warga Sebut Dua Hal Ini Bakal Berdampak
Warga Kampung Cikupa, RT 01/RW 15, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB menolak keras pembangunan TPST Cikupa. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST Cikupa terus ditolak warga setempat. 

Saat ini, proyek TPST Cikupa di Kampung Cikupa, RT 01/RW 15, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditunda sementara.

Kendati begitu, warga tetap istiqomah dan tegas menolak pembangunan TPST Cikupa di wilayah mereka.

Salah seorang warga Kampung Cikupa RW 15, Erni (30) mengaku, warga tak akan menerima dalih dan janji Pemerintah Daerah (Pemda) KBB yang berkaitan dengan rencana pembangunan TPST tersebut.

“Kami istiqomah dan tegas menolak TPST Cikupa ada disini, kita tidak mau menerima sosialisasi lagi,” katanya kepada wartawan.

Ia menegaskan, apapun dalih Pemda KBB untuk memaksakan tetap membangun TPST, warga berpegang pada komitmen awal untuk menolak rencana itu. 

Pasalnya, warga khawatir terdampak bau busuk sampah, terutama ketika hujan dan banjir.

“Dampaknya khawatir meluas,. Selain itu mayoritas masyarakat RT01/RW l itu petani, dampaknya yang kita takutkan,” tegasnya.

Hal senada diungkap warga lainnya, Yani (38). Ia menyebut, selain bau yang dikeluhkan, di wilayah RW 15 terdapat dua sumber mata air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setiap hari.

“Ini dekat dengan pemukiman warga, terutama disini ada dua mata air yang selalu digunakan oleh warga,” sebutnya.

"Aspirasi kami atas nama masyarakat. Bukan kepentingan pribadi atau golongan saja," sambungnya.

Ia menambahkan, masyarakat sangat kecewa dengan sikap Pemda KBB yang memaksakan program pembangunan TPST di Kampung Cikupa.

“Kita kecewa, saya ingin pak Hengky tahu soal ini. Lahan Pemda KBB itu luas. Kenapa tidak di dekat kantor DPRD saja yang sedang dibangun,” tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani