Isu SMAN 3 dan 5 Bandung Ganti Nama Jadi 'SMA Maung', Ini Klarifikasi Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi klarifikasi soal isu sekolah SMAN 3 dan 5 ganti nama jadi sekolah Maung.

Isu SMAN 3 dan 5 Bandung Ganti Nama Jadi 'SMA Maung', Ini Klarifikasi Dedi Mulyadi
Isu SMAN 3 dan 5 Bandung Ganti Nama Jadi 'SMA Maung', Ini Klarifikasi Dedi Mulyadi

INILAHKORAN.ID - Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh rumor mengejutkan terkait perubahan nama dua sekolah legendaris di Kota Bandung, SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung. 

Beredar kabar bahwa kedua sekolah favorit tersebut akan berganti nama menjadi "SMA Maung".

​Menanggapi isu yang telanjur menggelinding liar tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi tegas. 

Dedi memastikan bahwa kabar perubahan nama institusi pendidikan tersebut sama sekali tidak benar.

​Arti di Balik Istilah 'Maung'

​Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kata "Maung" yang sempat terlontar bukan merujuk pada perubahan nama fisik sekolah, melainkan sebuah instrumen atau indikator prestasi bagi sekolah-sekolah unggulan di Jawa Barat.

​"SMA Maung itu istilah menjadi penamaan Manusia Unggul. Jadi sekolah favorit, baik akademik maupun non-akademik," ujar Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan.

​Ia menegaskan bahwa "Maung" merupakan akronim sekaligus filosofi untuk memotivasi sekolah-sekolah di Jawa Barat agar mampu mencetak generasi muda yang kompeten, berdaya saing tinggi, dan berkarakter kuat.

​Nama Sekolah Tetap SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung

​Masyarakat, khususnya para alumni dan orang tua murid, diminta tidak perlu khawatir. Gubernur Jabar menjamin tidak akan ada pergantian papan nama atau administrasi resmi pada sekolah-sekolah tersebut.

​"Jadi sekolahnya tetap SMAN 3 dan 5 Bandung, gitu. Di tempat lain sama nanti," tuturnya menambahkan.

​Lebih lanjut, Dedi menekankan kembali bahwa publik tidak perlu salah tafsir dalam mengartikan penggunaan kata tersebut.

​"Tidak ada perubahan istilah SMA 3 Maung Bandung, SMA 5 Maung. Kalimat Maung itu kalimat istilah," pungkasnya.


Editor : Firda Rachmawati