INILAH, Bandung - Pada Januari kemarin, tujuh kota pantauan indeks harga konsumen (IHK) di Jabar mengalami inflasi sebesar 0,33%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Dody Herlando mengatakan, angka tersebut mengalami kenaikan IHK dari 133,44 pada Desember 2018 menjadi 133,89. Laju inflasi tahun kalender sebesar 0,33% (ytd) itu menjadikan laju inflasi dari tahun ke tahun tercatat sebesar 3,04% (yoy).
Dia menuturkan, peningkatan inflasi tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga-harga yang ditunjukkan angka indeks harga konsumen.
Tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yakni Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,94%, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau (0,21%), Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar (0,37%), Kelompok Sandang (0,76%), Kelompok Kesehatan (0,15%), dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar (0,57%).
“Sementara, Kelompok Transportasi, Komunikasi & Keuangan mengalami deflasi sebesar 0,54%,” kata Dody, Jumat (1/2).
Menurutnya, dari tujuh kota pantauan IHK di Jabar pada Januari 2019 itu hampir seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bogor sebesar 0,39%.
Selanjutnya, diikuti Kota Sukabumi sebesar 0,32%, Kota Bandung (0,09%), Kota Cirebon (0,20%), Kota Bekasi (0,67%), Kota Depok (0,20%), dan Kota Tasikmalaya (0,41%).
Lebih jauh dia menuturkan, perbandingan inflasi 82 kota IHK di Indonesia pada Januari 2019 menunjukkan sebanyak 73 kota mengalami inflasi dan 9 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,23% disusul Kota Singkawang (1,19%).
Inflasi terendah terjadi di Kota Pematang Siantar sebesar 0,01%. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 0,87%.