INILAH, Bogor – Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan didapuk menjadi Bapak Kopi Kabupaten Bogor. Penghargaan diberikan karena kepedulian Iwan terhadap perkebunan kopi, baik ekonomis maupun objek wisata.
"Dalam obrolan, ternyata Pak Wabup punya visi yang jelas dalam mengembangkan potensi tanaman kopi, baik dari sisi ekonomi maupun wisata. Karenanya kami mendapuk beliau sebagai Bapak Kopi Kabupaten Bogor," kata Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor Budi Sulistyo usai acara Adu Ninyuh (nyeduh) Kopi yang diikuti 50 barista di Hotel Green Peak, Desa Kopo, Cisarua, Kamis (21/3/2019).
Dia mengatakan, acara Adu Nyiuh Kopi harus terus dikembangkan sampai tingkat nasional supaya Bumi Tegar Beriman semakin dikenal memiliki kopi yang sangat nikmat rasanya.
"Saat ini Kabupaten Bogor terkenal ratusan objek wisata alamnya. Nah melalui potensi tanaman kopi ini akan menarik wisatawan untuk datang ke kebun kopi dan minum kopi asli Bogor. Nantinya jumlah wisatawan pun terus meningkat," katanya.
Iwan Setiawan menuturkan, luas kebun kopi, baik jenis robusta maupun arabika, di Bumi Tegar Beriman membuat Pemkab Bogor fokus mengembangkan kopi sebagai pendorong peningkatan pendapatan ekonomi rakyat maupun objek wisata.
"Kebun kopi kita luasnya mencapai 5 .800 hektare, dimana 250 hektarenya adalah kebun kopi arabika. Pemkab Bogor akan menggekar Adu Ninyuh Kopi tingkat Bogor Raya dan festival kopi tingkat nasional dan internasional," tuturnya.
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, tanaman kopi harus berfungsi dua sisi yaitu pendorong pendapatan ekonomi masyarakat dan objek wisata. Pemkab Bogor akan mendorong ada paket wisata petualangan memetik kopi langsung dari kebunnya yang berada di pegunungan
"Majunya kopi Bogor harus dibarengi peningkatan pendapatan petani kopi. Lalu anak-anak muda didorong menjadi pengusaha kedai kopi. Terakhir kita akan buat paket wisata adventure kopi yang berada di Sukamakmur, Babakan Madang, Cisarua, maupun kecamatan lain yang berada di kaki Gunung Salak Endah," terangnya.
Iwan memastikan akan meminta Dinas Tanaman Pangan, Holtikuktura dan Perkebunan (Disranhorbun) bisa mengekspor kopi asli Bogor dan bersaing dengan kopi Vietnam.
"Kopi Bogor harus ditingkatkan kualitas dan produksinya supaya membantu meningkatkan jumlah ekspor kopi Indonesia sehingga bisa bersaing dengan kopi Vietnam," kata Iwan.
Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti menyatakan, Kopi Bogor sudah 3 tahun berturut-turut menjadi juara tingkat nasional dan internasional. Permintaan ekspor kopi Bogor jauh meningkat dimana ada permintaan ekspor dari Belanda sebanyak 200 ton.
"Alhamdulillah, berkat sering juara di festival kopi tingkat nasional bahkan internasional, kita ada permintaan ekspor kopi jenis robusta sebanyak 200 ton dari distributor kopi Belanda. Kami akan upayakan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya," katanya.