Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat Mengambang, Bagaimana Kondisinya Kini?
Proyek Jalan Lingkar Padalarang-Cipatat masih mengambang. Bagaimana prosesnya sampai saat ini?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah – Proyek jalan lingkar padalarang-cipatat masih mengambang. Bagaimana prosesnya sampai saat ini?
Direktur PT Belaputera Intiland Kota Baru Parahyangan ryan brasali menyebutkan dari total panjang 7 kilometer jalan Lingar Padalarang-Cipatat, jalur untuk 4 kilometer sebenarnya sudah dibebaskan.
Hanya tersisa jalur sepanjang 3 kilometer yang belum dibebaskan. Tapi, justru lahan untuk jalur 3 kilometer ini yang jadi masalah dalam rencana pembangunan jalan lingkar padalarang-cipatat.
“Karena sisa jalan sepanjang 3 kilometer masih ada masalah, jadi belum bisa jalan. Programnya ditarik ke provinsi,” kata ryan brasali kepada wartawan di Padalarang, akhir pekan ini.
“Nanti akan disiapkan dana buat pembebasan, pembangunan sebagian dan ini masih diskusi awal,” sambungnya.
Sejauh ini, lanjut ryan brasali, untuk progres pembebasan lahan untuk jalan lingkar padalarang-cipatat ini baru sekitar 60 persen.
“Untuk pembebasan lahan dari dulu oleh pemda karena ada penetapan lokasi (penlok). Karena kalau oleh swasta yang masuk harganya jadi berantakan,” ujarnya.
"Tapi kalau pembangunan bisa kita kolaborasikan. Kelihatannya sih pembangunan diambil alih sama pemda. Tapi tetap koordinasi, ini masalah pendanaan saja yang diambil alih," sambungnya.
Proyek pembangunan jalan lingkar padalarang-cipatat sepanjang 7 kilometer yang digadang-gadang bakal jadi solusi kemacetan di kawasan Padalarang hingga kini masih mangkrak.
Padahal, proyek pembangunan tersebut sudah digroundbreaking pada 22 Februari 2022 oleh Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan dengan anggaran CSR dari PT Belaputera Intiland sebesar Rp100 miliar.
Kini, jalan yang melewati dua Kecamatan Saguling dan Cipatat, dan lima desa yakni Desa Cikande, Bojonghaleuang, Gunungmasigit, Citatah, dan Desa Cipatat itu masih menunggu langkah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). (*)
Editor : Zulfirman

