INILAHKORAN, Bandung - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada lima hewan sapi, dipastikan tidak memberikan pengaruh terhadap stok dan harga pasaran daging sapi di Kota Bandung.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, harga pasaran daging sapi saat ini malah cenderung mengalami penurunan dan menuju normal.
"Kita pastikan tidak terpengaruh. Kemarin harga daging sapi di Rp 120 sampai Rp 140 ribu. Ini menurun apabila kita bandingkan menjelang Ramadhan yang mencapai Rp 160 ribu per kilogramnya," kata Elly Wasliah pada Jumat 27 Mei 2022.
Kondisi tersebut, dikemukakan Elly Wasliah seiring permintaan daging sapi yang terus menurun. Apabila ketersediaan dan permintaan normal, harga dipasaran pun dipastikan akan kembali normal.
"Permintaan normal, otomatis harga akan kembali normal. Jadi kalau di Kota Bandung belum kelihatan dari isu PMK. Tetapi data ini kita dapat Kamis minggu kemarin, kita masih mengumpulkan data untuk up date terbarunya," ucapnya.
Elly Wasliah menambahkan, Kota Bandung mendapat daging sapi yang berasal dari dua sumber. Daging sapi yang dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH), dan daging sapi yang didapat secara impor.
"Jadi kalau daging sapi di kita itu berasal dari dua sumber. Ada daging sapi yang dipotong dari ternak di potong di RPH itu sapi lokal, dan ada daging sapu yang proses pemotongannya diimpor dari Negara Australia dan New Zealand," ujar dia. *** (Yogo Triastopo)