Jatinangor Jadi City of Digital Knowledge, Sekda Jabar Harap Nantinya menjadi Silicon Valley-nya Indonesia

Jatinangor baru saja ditetapkan menjadi City of Digital Knowledge. Dimana Jatinangor dirilis menjadi City of Digital Knowledge, di Technolife, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa 10 Desember 2024.

Jatinangor Jadi City of Digital Knowledge, Sekda Jabar Harap Nantinya menjadi Silicon Valley-nya Indonesia
Sekda Jabar Herman Suryatman berharap, suatu saat nanti Jatinangor dapat menjadi Silicon Valley-nya Indonesia atau tempat raksasa teknologi, seperti di kawasan California, Amerika Serikat. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Jatinangor baru saja ditetapkan menjadi City of Digital Knowledge.

Dimana Jatinangor dirilis menjadi City of Digital Knowledge, di Technolife, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa 10 Desember 2024.

Sekda Jabar Herman Suryatman berharap, suatu saat nanti Jatinangor dapat menjadi Silicon Valley-nya Indonesia atau tempat raksasa teknologi, seperti di kawasan California, Amerika Serikat.

Maka dari itu Sekda Herman berharap, melalui langkah awal ini, dengan kolaborasi bersama. Mimpi membangun Jatinangor, Kabupaten Sumedang seperti kawasan Silicon Valley dapat terwujud.

"Inisiasi ini kami akan dorong terus, tentu kami support juga dari APBD provinsi. Ini mah program patungan lah, gotong royong dalam visi yang besar. Harapannya, pada waktunya Jatinangor bisa menjadi Silicon Valley Indonesia," ujar Sekda Herman di Kota Bandung, Selasa 10 Desember 2024.

Selain itu, tentunya juga literasi digital masyarakat Jatinangor kata dia harus ditingkatkan. Sehingga nantinya perlahan, dapat terjadi pertumbuhan yang lebih pesat di kawasan tersebut.

"Kita akan komunikasikan, mudah-mudahan ke depan masyarakat Jatinangor literasi digitalnya akan bagus, sehingga memanfaatan berbagai platform untuk mempermudah hidupnya," ucapnya.

Soal dijadikannya Jatinangor sebagai City of Digital Knowledge ini, Sekda Herman mengatakan sejak lama Kabupaten Sumedang memang menginginkan daerah ini menjadi kawasan perkotaan Kabupaten Sumedang.

Mengingat banyak aspek yang mendukung, dalam menjadikan Jatinangor sebagai kawasan perkotaan.

"Seperti Jatinangor, disebut kecamatan dia sudah di atas kecamatan kalau dengan kompleksitasnya. Perguruan tinggi internasional ada disana, Unpad, ITB dan sebagainya," kata dia.

"Jadi situasinya bukan didominasi oleh pertanian tapi sudah didominasi oleh jasa perdagangan, pendidikan dan tentu tidak bisa diperlakukan sama dengan kecamatan lain," imbuhnya.

Sebab itu, akhirnya Jatinangor diwujudkan menjadi City of Digital Knowledge, yakni sebuah kota pintar berbasis teknologi digital.

Terlebih perlahan, lembaga pemerintahan di Jatinangor kata dia sudah mulai memanfaatkan teknologi dalam mengakselerasi pelayanan publik sebagai wujud cerminan City of Digital Knowledge.

"Ini kan luar biasa, jadi di hulu bagaimana knowledge dikembangkan dengan baik, khususnya dalam transformasi digital. Jatinangor In Syaa Allah awal tahun di office desa pakai blockchain technology," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani