Disperumkim Kota Bogor Konsisten Pangkas Pohon saat Musim Hujan, Begini Imbauannya

Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) terus melakukan pemangkasan pohon di wilayah Kota Bogor sebagai langkah antisipasi bencana pada musim penghujan 2024. 

Disperumkim Kota Bogor Konsisten Pangkas Pohon saat Musim Hujan, Begini Imbauannya
Kabid Keanekaragaman Hayati pada Disperumkim Kota Bogor Devi Librianti Juvita Permata menuturkan, penanganan dilakukan dengan memangkas pohon yang mengarah ke jalan. Terutama pohon-pohon tinggi. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) terus melakukan pemangkasan pohon di wilayah Kota Bogor sebagai langkah antisipasi bencana pada musim penghujan 2024. 

Hal tersebut dilakukan karena berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor pada November 2024 terjadi 43 kejadian pohon tumbang di seluruh wilayah Kota Bogor.

Kabid Keanekaragaman Hayati pada Disperumkim Kota Bogor Devi Librianti Juvita Permata menuturkan, penanganan dilakukan dengan memangkas pohon yang mengarah ke jalan. Terutama pohon-pohon tinggi.

"Kami selalu memunculkan warning di Instagram kalau cuaca tidak bersahabat, agar warga tidak melintas di jalan-jalan tertentu. Kami juga meminta partisipasi masyarakat di permukiman untuk memangkas pohon sendiri," kata Devi, Selasa 10 Desember 2024.

Devi melanjutkan, pemangkasan pohon di permukiman sedikit sulit dilakukan, lantaran masyarakat atau pengembang perumahan jarang memiliki armada untuk memangkas pohon.

"Untuk di pemukiman masih tetap saja pengajuannya ke Disperumkim. Kami siap menindaklanjuti," tuturnya.

Devi menjelaskan, pihaknya selalu mengimbau masyarakat agar mengurungkan melanjutkan perjalanan apabila hujan deras turun. Apabila sudah berada di jalan, sebaiknya mencari tempat berteduh dengan struktur bangunan kuat. 

"Berteduhnya seperti di pelataran ruko, pertokoan, atau di bawah jalan layang. Lebih baik berhenti, jangan melanjutkan pekerjaan. Lalu jangan ngebut dan tetap waspada, sering lihat ke arah struktur pepohonan, karena pohon tumbang tidak sekaligus kecuali angin besar. Pasti ada tanda-tanda dan suara batang retak," jelas Devi.

Devi memaparkan, kepada masyarakat untuk segera melapor kepada Disperumkim Kota Bogor apabila menemukan kondisi pohon yang membahayakan, agar segera dilakukan penanganan.

"Masyarakat bisa segera melapor, apabila ada dahan yang kelihatan retak, ada ranting kering, tajuk berat sebelah apalagi banyak daunnya, atau batang yang sepertinya ditumbuhi jamur dan mulai membusuk," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani