Tanam Pohon 5 Meter di Kota Bandung Bakal Bersamaan dengan Pembongkaran Trotoar
Penanaman kembali pohon dengan tinggi minimal 5 meter di sejumlah ruas jalan Kota Bandung, akan dilakukan bersamaan dengan pembongkaran trotoar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Penanaman kembali pohon dengan tinggi minimal 5 meter di sejumlah ruas jalan Kota Bandung, akan dilakukan bersamaan dengan pembongkaran trotoar.
Langkah itu, disiapkan agar proses penanaman pohon dapat dilakukan dengan baik termasuk mengganti pohon yang telah ditebang di Jalan Riau.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian ketersediaan bibit dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Bibit yang disiapkan, memiliki tinggi minimal 5 meter sesuai kebutuhan penggantian pohon yang telah ditebang.
“Insyaallah, hari Selasa besok saya akan mendapatkan kepastian dari DPKP mengenai ketersediaan bibit pohon yang tingginya minimal 5 meter untuk mengganti pohon yang sudah ditebang di Jalan Martadinata,” kata Farhan, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, penanaman pohon dengan ukuran tersebut membutuhkan pembongkaran trotoar. Karena itu, prosesnya harus diselaraskan dengan agenda perbaikan trotoar yang melibatkan sejumlah perangkat daerah.
“Menanam pohon tinggi 5 meter itu enggak mungkin tanpa membongkar trotoar. Jadi melibatkan banyak pihak,” ucapnya.
Perbaikan trotoar sendiri, dituturkan dia dijadwalkan mulai dilakukan pada September di berbagai wilayah Kota Bandung. DSDABM akan menyampaikan jadwal pekerjaan, yang nantinya disesuaikan dengan kebutuhan penanaman pohon di sejumlah titik.
“Kebetulan memasuki bulan September itu, kita akan melakukan perbaikan trotoar di berbagai macam wilayah jalan,” ujar dia.
Farhan menyebut, pembenahan trotoar menjadi salah satu prioritas setelah kondisi jalan diperbaiki. Hal tersebut, juga menjadi perhatian berdasarkan arahan Gubernur Jawa Barat agar peningkatan kualitas jalan diikuti dengan perbaikan fasilitas pejalan kaki.
“Pesan dari pak gubernur juga, jalan sudah lebih bagus, tetapi trotoar harus segera diutamakan. Maka mulai September kita akan bongkar trotoar,” jelasnya.
Dengan skema tersebut, penanaman pohon diharapkan dapat dilakukan sebelum rangkaian pembongkaran dan perbaikan trotoar berlangsung secara luas. Pihaknya berharap, ketersediaan bibit dapat dipastikan dalam waktu dekat sehingga penanaman bisa segera direalisasikan.
“Jadi mudah-mudahan sebelum September, kita sudah bisa tanam,” ujar dia.
Selain di Jalan Martadinata atau Jalan Riau, sejumlah titik lain juga telah ditandai untuk penanganan lebih lanjut. Lokasi tersebut, antara lain kawasan Sawunggaling, Jalan Ir H Juanda dan Cijerah.
“Yang di Sawunggaling belum ditindak, tapi sudah kita tandai. Yang di Juanda itu juga kita sudah tandai, tapi belum ditindak. Dan yang di Cijerah juga belum ditindak. Akan ada tindakan lanjutan,” tegasnya.
Persoalan penebangan pohon tersebut, juga telah dilaporkan kepada pemerintah pusat dan DPR. Farhan mengatakan, laporan telah disampaikan kepada Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
“Saya juga sudah melapor kepada pimpinan Komisi XII DPR RI yang memberikan atensi khusus terhadap permasalahan ini,” ujarnya.
Sementara untuk kasus penebangan pohon di Jalan Riau, dia memastikan pelaku telah teridentifikasi dan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan daerah. Adapun penanganan terhadap tiga titik lainnya, masih dalam proses penyelidikan.
Dia menambahkan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari Menteri Lingkungan Hidup, pelaku penebangan di Jalan Riau dikenai denda Rp100 juta, dan diwajibkan menyediakan 1.000 bibit pohon.
Editor : Doni Ramdhani


