Pemkab Cirebon Tanam 150 Pohon dan Buat Rorak untuk Cegah Banjir di Sidawangi

Pemkab Cirebon memperkuat upaya mitigasi banjir dari kawasan hulu melalui rehabilitasi dan konservasi lingkungan di Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber.

Pemkab Cirebon Tanam 150 Pohon dan Buat Rorak untuk Cegah Banjir di Sidawangi
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menyerahkan bibit pohon kepada masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi dan konservasi lingkungan di Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber. (maman suharman)

INILAHKORAN.ID - Pemkab Cirebon memperkuat upaya mitigasi banjir dari kawasan hulu melalui rehabilitasi dan konservasi lingkungan di Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber. Upaya tersebut dilakukan dengan menanam 150 pohon dan membuat rorak atau lubang resapan air.

Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI. Sejumlah titik yang memiliki fungsi sebagai daerah resapan air menjadi sasaran kegiatan.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan, konservasi lingkungan merupakan salah satu langkah untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Sumber dan sekitarnya.

“Ini merupakan bentuk nyata, yaitu untuk menjaga lingkungan agar ke depannya tidak lagi banjir di wilayah sekitar sini, terutama Desa Sidawangi, Sumber, dan sekitarnya,” kata Agus, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, penanganan banjir membutuhkan kolaborasi mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga pemerintah kabupaten. Pemkab Cirebon juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memetakan wilayah yang memiliki risiko banjir.

“Harapannya ke depan, sudah tidak ada lagi wilayah di Kabupaten Cirebon yang rawan banjir,” ujarnya.

Selain penanaman pohon, Pemkab Cirebon menerapkan metode konservasi tanah dan air melalui pembuatan rorak. Lubang tersebut berfungsi menahan aliran air permukaan agar air hujan tidak langsung mengalir dari kawasan yang lebih tinggi menuju wilayah di bawahnya.

Sidawangi merupakan dataran tinggi, supaya air dari atas itu tidak langsung limpas ke bawah, ditahan dulu oleh rorak,” ungkap Jigus.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono mengatakan kegiatan tersebut merupakan aksi nyata pemerintah daerah bersama masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan fungsi ekologis kawasan.

Menurut Dede, rehabilitasi lingkungan dilakukan untuk meningkatkan tutupan vegetasi, memperbesar kemampuan tanah menyerap air hujan, serta membangun lingkungan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Penanaman dilakukan di tiga lokasi. Di Jalan Pangeran Kejaksan Desa Sidawangi ditanam 30 pohon mahoni dan 50 bibit jamblang. Kemudian, di lokasi kedua yang masih berada di kawasan Jalan Pangeran Kejaksan ditanam 20 pohon glodokan.

Sementara itu, sebanyak 50 pohon mahoni ditanam di belakang Kompleks Kota Baru Keandra Sidawangi. Dengan demikian, total terdapat 150 pohon yang ditanam dalam kegiatan tersebut.

Penanaman pohon juga disertai kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dan pembuatan rorak sebagai bagian dari upaya konservasi tanah dan air.

Dede menegaskan, keberlanjutan program rehabilitasi lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama dalam menjaga pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis.

“Keberhasilan rehabilitasi lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pohon yang ditanam dapat tumbuh dan fungsi ekologis kawasan terus terjaga,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, komunitas lingkungan, serta masyarakat Desa Sidawangi


Editor : Doni Ramdhani