Kabupaten Cirebon Punya 591 ODCB, Baru 8 Ditetapkan sebagai Cagar Budaya
Cirebon mencatat terdapat 591 Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang tersebar di sejumlah wilayah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-kabupaten Cirebon menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang cukup besar. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kabupaten Cirebon mencatat terdapat 591 Objek Diduga cagar budaya (ODCB) yang tersebar di sejumlah wilayah.
Dari ratusan objek tersebut, baru delapan objek yang telah resmi ditetapkan sebagai cagar budaya.
Sub Koordinator Bidang Kebudayaan Disbudpar kabupaten Cirebon, Iman Hermanto, mengatakan objek yang masuk dalam kajian cagar budaya tidak terbatas pada benda seperti arca.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, terdapat lima kategori objek cagar budaya, yakni benda, bangunan, struktur, kawasan dan situs.
"Kalau kaitannya dengan arca atau benda lainnya, secara umum ada lima kategori dalam cagar budaya. Ada benda, bangunan, struktur, kawasan, dan situs. Di kabupaten Cirebon sendiri terdapat 591 objek diduga cagar budaya dan delapan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya," ujar Iman, Senin (24/8/2026).
Situs Hulu Dayeuh hingga Gunung Cingkir Masuk ODCB
Iman menjelaskan, sejumlah objek yang saat ini masuk dalam daftar ODCB antara lain Situs Hulu Dayeuh dan Gunung Cingkir.
Kedua lokasi tersebut dinilai memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah dan perkembangan peradaban di kabupaten Cirebon.
Situs Hulu Dayeuh, kata Iman, memiliki karakteristik yang berkaitan dengan jejak awal peradaban, khususnya pada masa kerajaan.
Meski hingga kini belum ditemukan arca di lokasi tersebut, terdapat sejumlah temuan yang memiliki kemiripan dengan jejak peradaban masa lalu.
"Untuk bentuk arca memang belum ditemukan, tetapi yang memiliki kemiripan dengan jejak peradaban ada di Situs Hulu Dayeuh. Itu menjadi salah satu lokasi yang menunjukkan adanya perjalanan sejarah masa kerajaan," katanya.
Sementara itu, Gunung Cingkir juga menjadi salah satu objek yang tengah dikaji karena memiliki nilai sejarah.
Di lokasi tersebut ditemukan sebuah batu yang memuat tulisan beraksara Cina. Berdasarkan kajian awal, temuan tersebut berkaitan dengan perkembangan peradaban Islam.
"Kalau Gunung Cingkir berupa batu, di dalam batu itu ada tulisan Cina. Itu berkaitan dengan peradaban Islam dan masih menjadi bagian dari kajian sejarah," jelas Iman.
Ratusan ODCB Terus Dikaji
Iman menambahkan, pendataan dan kajian terhadap ratusan ODCB terus dilakukan oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menjaga serta melestarikan warisan sejarah kabupaten Cirebon.
Proses kajian menjadi tahapan penting sebelum sebuah objek dapat ditetapkan secara resmi sebagai cagar budaya.
Keberadaan 591 ODCB tersebut menunjukkan besarnya potensi sejarah dan budaya yang dimiliki kabupaten Cirebon. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan nilai penting dan kelayakan masing-masing objek untuk ditetapkan sebagai cagar budaya.
"Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus mendata, mengkaji, dan melestarikan objek-objek yang memiliki nilai sejarah dan budaya di kabupaten Cirebon," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

