Rektor ITB Sambut Baik Kehadiran MJT Rute Ganesha-Jatinangor
Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Tatacipta Dirgantara menyambut baik kehadiran koridor Metro Jabar Trans (MJT) rute Jalan Ganesha-Jatinangor, yang diresmikan pada Senin 26 Januari 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Tatacipta Dirgantara menyambut baik kehadiran koridor Metro Jabar Trans (MJT) rute Jalan Ganesha-Jatinangor, yang diresmikan pada Senin 26 Januari 2026.
Tatacipta mengatakan, keinginan yang telah diinisiasi sejak lama oleh ITB, akhirnya terealisasi. Yakni menginginkan adanya transportasi massal yang menghubungkan Kampus ITB Ganesha dengan Kampus ITB Jatinangor.
"Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan Kota Bandung, Metro Jabar Trans, serta seluruh pihak yang terkait atas komitmen, atas kolaborasi yang sudah dibangun, merencanakan rute ini sehingga ITB Kampus Ganesha terhubung dengan ITB Kampus Jatinangor," ujarnya.
Dia melanjutkan, dengan adanya rute ini merupakan wujud nyata bersama dalam menyediakan layanan publik yang inklusif dan terjangkau, utamanya bagi sivitas akademika ITB.
"Rute koridor 5 ini menjadi sangat penting dan kita tahu bahwa Dipatiukur-Jatinangor itu sudah ada sejak saya mahasiswa. Tapi tidak pernah lewat Ganesha, Alhamdulillah hari ini terhubung," ucapnya.
Terlebih lanjut Tatacipta, layanan MJT ini diyakini sangat membantu pengguna moda transportasi massal ini, karena headway antar bus antara 7-15 menit.
"Jadi saya kira ini akan bermanfaat dan juga waktu beroperasinya mulai dari subuh sampai jam 8 malam, jadi saya kira itu akan sangat membantu," katanya.
Ia turut menegaskan, kehadiran koridor 5 rute Ganesha-Jatinangor ini turut menjadi ekosistem ITB, karena membantu mobilitas sivitas akademika.
"Dan saya kira juga ini sangat berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, karena dengan tersediannya fasilitas keangkutan umum ini, maka emisi karbon mestinya akan berkurang," ucapnya.
Sisi lain, Tatacipta juga mendorong agar moda transportasi massal ini dapat menjadi materi penelitian oleh ITB, dalam pengembangan keberlanjutannya.
"Mulai dari desain busnya, mungkin perubahan dari mesin diesel ke listrik, mungkin juga ditambah bagaimana menambah partisipasi sponsor dengan iklan, desain-desainnya sangat bisa menambah IOT. Jadi kita tahu posisi bis terakhir ada di mana, itu sangat mungkin dilakukan," kata Tatacipta.***
Editor : JakaPermana

