Ajak Masyarakat Beralih ke Transportasi Publik, MJT Jadi Andalan Tekan Kemacetan
Dishub Jabar mengandalkan Metro Jabar Trans untuk menekan kemacetan dan mengajak masyarakat beralih ke transportasi publik
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus memperkuat peran transportasi publik, sebagai solusi mengatasi kemacetan dan tingginya penggunaan kendaraan pribadi di kawasan Bandung Raya.
Salah satu langkah yang kini menjadi andalan adalah pengembangan layanan Metro Jabar Trans (MJT), yang telah mengoperasikan enam koridor strategis.
Layanan angkutan massal tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan permukiman, pusat pendidikan, perkantoran, sentra perdagangan hingga terminal transportasi.
Kehadiran Metro Jabar Trans diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga, sekaligus mendorong perubahan pola perjalanan dari kendaraan pribadi menuju angkutan umum.
Saat ini, Metro Jabar Trans melayani enam koridor utama, yakni Koridor 1 Leuwipanjang-Soreang, Koridor 2 Alun-Alun Bandung-Kota Baru Parahyangan, Koridor 3 Baleendah-BEC (Bandung Electronic Center), Koridor 4 Leuwipanjang-Dago, Koridor 5 Dipatiukur-Jatinangor melalui Tol Mohammad Toha, serta Koridor 6 Leuwipanjang-Majalaya.
Jaringan koridor tersebut menjadi tulang punggung konektivitas transportasi publik di Bandung Raya, karena menghubungkan sejumlah kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi setiap harinya. Kehadiran halte pada titik-titik strategis juga mempermudah masyarakat menjangkau berbagai destinasi penting tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar mengatakan, setiap koridor Metro Jabar Trans dirancang untuk menjawab kebutuhan perjalanan masyarakat yang semakin dinamis.
Menurutnya, integrasi rute yang terhubung dengan berbagai kawasan strategis membuat perjalanan warga menjadi lebih efektif dan efisien.
Selain itu, halte yang tersebar di sepanjang lintasan juga memudahkan akses menuju pusat pemerintahan, kawasan pendidikan, pusat perbelanjaan hingga lingkungan permukiman.
Tidak hanya mengandalkan jaringan rute, Metro Jabar Trans juga terus meningkatkan kualitas layanan. Armada yang beroperasi telah dilengkapi pendingin udara (AC), sistem pembayaran non-tunai, halte yang representatif, serta fasilitas yang mendukung kenyamanan seluruh pengguna.
Masyarakat yang akan menggunakan layanan ini disarankan mempelajari koridor tujuan, sebelum melakukan perjalanan. Informasi terkait rute, lokasi halte, jadwal operasional, tarif hingga berbagai layanan pendukung dapat diakses melalui kanal resmi Metro Jabar Trans.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan Metro Jabar Trans, baik melalui pengembangan jaringan koridor maupun peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan," ujar Dhani dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Jabar, dalam membangun sistem transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Semakin banyak masyarakat beralih ke transportasi publik, semakin besar pula peluang mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan emisi kendaraan, dan menciptakan kualitas hidup perkotaan yang lebih baik di Bandung Raya.
Sementara sisi lain, Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya terus digencarkan pembangunan infrastrukturnya. Di mana kelak Metro Jabar Trans menjadi bagian yang terintegrasi, dalam ekosistem tersebut.
Editor : Ahmad Sayuti

