MJT Ugal-ugalan, AC Mati? Dishub Jabar Minta Warga Lapor

Guna memastikan pelayanan tetap paripurna, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar meminta masyarakat tidak sungkan melapor, bila layanan moda Metro Jabar Trans (MJT) tidak maksimal.

MJT Ugal-ugalan, AC Mati? Dishub Jabar Minta Warga Lapor
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar (kanan) meminta masyarakat tidak sungkan melapor, bila layanan moda Metro Jabar Trans (MJT) tidak maksimal./INILAHKORAN-Yuliantono

INILAHKORAN.ID - Guna memastikan pelayanan tetap paripurna, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar meminta masyarakat tidak sungkan melapor, bila layanan moda Metro Jabar Trans (MJT) tidak maksimal.

Dhani mengatakan, setiap masukan masyarakat sangat penting untuk memaksimalkan layanan moda transportasi MJT. Bila sopir ugal-ugalan atau air conditioner (AC) mati kata dia, jangan sungkan bagi masyarakat untuk melapor.

"Silakan, bisa ada hotline kita atau bisa sampaikan di IG (Instagram) kita. Itu jadi bahan evaluasi kita," kata Dhani usai peresmian halte Ganesha-Jatinangor, koridor 5 di Jalan Ganesha, Kota Bandung, Senin 26 Januari 2026.

Dia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dishub memang menerapkan standar pelayanan yang cukup tinggi untuk MJT. Ini dilakukan supaya masyarakat nyaman, untuk menggunakan transportasi massal tersebut.

"Karena memang kita menerapkan standar pelayanan minimal cukup tinggi. AC itu tidak boleh mati, kemudian supir itu tidak boleh merokok sudah pasti, dan tidak boleh berhenti di sembarang tempat. Jadi, berhentinya memang harus di tempat-tempat yang sudah ditentukan," ucapnya.

Sisi lain, bus MJT kata Dhani juga sudah dilengkapi pelacak. Sehingga melalui aplikasi, masyarakat dapat memantau pergerakan bus.

"Misalkan, ternyata busnya masih 5 menit lagi, bisa ke mana dulu. Ternyata sekian menit, ya kita bisa standby," katanya.***


Editor : JakaPermana