Jelang HUT Cimahi, Citeureup Festival Jadi Ajang Promosi UMKM

Citeureup Festival 2026 berhasil hadirkan bazar UMKM, layanan kesehatan dan administrasi gratis, serta beragam lomba

Jelang HUT Cimahi, Citeureup Festival Jadi Ajang Promosi UMKM
Warga Cimahi tampak mendatangi beberapa stand bazar UMKM yang ada di Citeureup Festival 2026, Sabtu (13/6/2026). Selain bazar, kegiatan dalam rangk HUT Cimahi itu menyelenggarakan layanan kesehatan dan administrasi gratis, serta beragam lomba. Agus Satia Negara

INILAHKORAN.ID – Rintik hujan dan langit mendung tak menyurutkan antusiasme ratusan warga untuk hadir dan berpartisipasi dalam Citeureup Festival

Kegiatan yang digagas oleh Kelurahan Citeureup bersama unsur masyarakat ini tak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga wadah strategis untuk mempromosikan potensi lokal, mempermudah akses layanan publik, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Berlangsung di lingkungan SLBN A Citeureup, Jalan Sukarasa Nomor 40, Sabtu (13/6/2026), festival ini menyuguhkan rangkaian acara beragam, mulai dari bazar produk UMKM, perlombaan mewarnai dan menggambar, peragaan busana, pertunjukan seni hadroh, hingga lomba senam kreasi. 

"Berbeda dengan acara resmi berskala besar, kegiatan ini disusun dengan pendekatan kekeluargaan dan mengandalkan semangat gotong royong sebagai landasan utamanya," kata Lurah Citeureup, Dian Rizki Pratama.

Dian menjelaskan, penyelenggaraan acara ini murni merupakan hasil kerja sama dan swadaya masyarakat. Ia menyebut, pelaksanaannya melibatkan berbagai elemen, mulai dari pelaku usaha mikro, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, PKK, Karang Taruna, hingga lembaga kemasyarakatan lainnya tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran rutin pemerintah.

“Kegiatan ini lahir dari keinginan bersama. Kami ingin menciptakan ruang berkumpul yang santai namun bermanfaat. Alhamdulillah, apa yang direncanakan bisa terwujud berkat dukungan semua pihak,” jelasnya.

Kendati awalnya ditujukan untuk warga Citeureup, event ini menarik perhatian masyarakat dari wilayah sekitar seperti Padasuka dan Cibabat. 

Dalam perlombaan mewarnai misalnya, jumlah peserta melonjak dari perkiraan awal 70 orang menjadi 165 anak. 

"Di sisi sosial, sebanyak 110 warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, dan kegiatan donor darah berhasil mengumpulkan 52 kantong darah," ujarnya.

Lebih dari itu, lanjut Dian, festival ini dimanfaatkan untuk mendekatkan layanan administrasi kepada warga lantaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil turut hadir guna mempermudah pengurusan dokumen, terutama Kartu Keluarga ber-barcode yang kini menjadi syarat wajib untuk mengajukan bantuan sosial.

“Begitu kami umumkan ada layanan Disdukcapil, warga langsung berdatangan memadati loket. Ini membuktikan bahwa pelayanan yang dekat dan mudah diakses sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Menyambut Hari Jadi Kota Cimahi ke-25 atau yang disebut sebagai usia perak, Dian berharap momentum ini menjadi cerminan semangat kemajuan daerah. Mengingat keterbatasan sumber daya alam, penguatan potensi manusia dan pengembangan usaha mikro dianggap sebagai kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan warga ke depannya.

“Semoga menjelang usia perak ini Cimahi semakin maju dan sejahtera. Kekuatan kita ada pada manusianya, oleh karena itu dukungan terhadap UMKM dan kebersamaan seperti ini harus terus dijaga. Semoga Cimahi makin mantap dan makin hepi,” pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti