Jelang Lebaran, Pekerja Bandung Zoo yang Belum Gajian Dapat 'Kadeudeuh' Rp1 Juta

Pemkot Bandung dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan uang kadeudeuh kepada para pekerja Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo

Jelang Lebaran, Pekerja Bandung Zoo yang Belum Gajian Dapat 'Kadeudeuh' Rp1 Juta
Pemkot Bandung dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan uang kadeudeuh kepada para pekerja Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo.

INILAHKORAN.ID- Pemkot Bandung dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan uang kadeudeuh kepada para pekerja Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang belum menerima haknya sejak Februari 2026.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian di tengah belum cairnya anggaran dari pemerintah kota bagi para pekerja Bandung Zoo. Setiap pekerja mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta yang dibagikan secara merata.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan, pencairan hak para pegawai masih menunggu proses administrasi dan diperkirakan baru bisa direalisasikan pada April mendatang.

“Paling cepat dana bisa cair pada bulan April sesuai komitmen kami. Karena itu, hari ini Baznas memberikan bantuan sebagai bentuk kadeudeuh. Nilainya memang tidak besar, masing-masing Rp1 juta,” ujar Farhan, di Bandung Zoo, Jumat (20/3/2026).

Ia menuturkan, meski belum menerima hak secara penuh, para pekerja tetap menjalankan tugasnya, khususnya dalam menjaga kesehatan satwa. Pengawasan dilakukan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

“Para pekerja tetap bertugas merawat hewan dengan pengawasan dari BKSDA dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Sementara itu, operasional Kebun Binatang Bandung masih ditutup sementara selama Ramadan hingga masa libur Lebaran. Penutupan ini dilakukan karena izin pengelolaan lembaga konservasi belum terpenuhi.

“Karena ketentuan dari BKSDA tidak lagi memberikan izin kepada lembaga konservasi yang ada saat ini, maka kebun binatang untuk sementara ditutup dan tidak menerima pengunjung selama libur Lebaran,” ucap Farhan.

Pemkot Bandung menargetkan penunjukan pengelola baru, baik yayasan maupun lembaga, dapat dilakukan pada akhir April 2026 melalui skema kerja sama pemanfaatan (KSP).

“Jika sesuai jadwal, akhir April sudah ada penunjukan. Bulan Mei kita mulai melakukan kontrol,” katanya.

Farhan menegaskan, pengelola baru nantinya harus berbadan hukum sebagai lembaga konservasi dan memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk mempertahankan pegawai lama serta menjaga nilai tradisi yang sudah ada.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengunjungi kebun binatang selama masa penutupan.

“Kami mohon kepada warga Bandung, Jawa Barat, maupun wisatawan untuk tidak datang karena kebun binatang masih tutup selama libur Lebaran,” ujarnya.

Sebagai alternatif, masyarakat bisa mengunjungi destinasi lain di Kota Bandung yang mulai dibuka bertahap, salah satunya Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

“Wisata alam seperti botram di Tahura bisa jadi pilihan. Namun, perlu diketahui Tahura baru akan dibuka pada hari kedua Lebaran, 2 Syawal,” kata Farhan.

Sementara itu, salah seorang pekerja Bandung Zoo, Iid Mahpudin (54), mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menyebut bantuan tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, yang tadinya terasa berat, sekarang sedikit terobati. Setidaknya bisa untuk kebutuhan Lebaran,” katanya, ditempat dan waktu yang sama.

Iid telah bekerja sejak 1991 dan kini memiliki empat anak. Ia mengaku tidak memiliki penghasilan lain selain dari pekerjaannya di kebun binatang.

“Saya tidak punya pemasukan lain. Jadi saat Februari tidak ada penghasilan, itu sangat berat,” tuturnya.***


Editor : Bsafaat