Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp80 Ribu per Kilogram di Pasar Antri
Jelang bulan suci Ramadan harga cabai rawit merah merangkak naik yang tadinya Rp65 ribu kini menjadi Rp80 ribu per kilogram
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) mulai menunjukan tren kenaikan jelang bulan suci Ramadan, terutama cabe rawit merah.
Di Pasar Antri Kota Cimahi salah satunya, harga komoditas cabai rawit merah memperlihatkan tren peningkatan yang mencapai 23 persen per hari ini dibanding hari seblumnya.
"Sudah mulai naik. Hari ini kebetulan ada kenaikan dibandingkan harga kemarin," kata salah seorang pedagang sayuran di Pasar Antri Cimahi, Agus, Kamis 5 Februari 2026.
Agus menuturkan, harga cabai rawit merah yang sebelumnya dijual dikisaran Rp65 ribu per kilogram, kini mencapai Rp80 ribu per kilogram.
"Yang melonjak langsung drastis itu cabai rawit merah. Dari kemarin Rp65 ribu, sekarang sudah Rp80 ribu," jelasnya.
Sementara itu, lanjut Agus, untuk harga sayuran lainnya masih dalam kondisi stabil dan belum mengalami perubahan signifikan.
"Kalau untuk yang lainnya masih stabil. Sementara ini cuma rawit merah saja yang naik," katanya.
Kondisi yang sama juga terjadi pada komoditas telur yang semula dijual dengan harga Rp28 ribu per kilogram kini menjadi Rp29 ribu akibat hasil produksi yang kurang.
"Kalau untuk harga beras cenderung stabil dan tidak mengalami kenaikan," ucapnya.
Agus mengakui, imbas kenaikan harga tersebut berdampak pada aktivitas perdagangan, terutama bagi para pedagang kecil. Keterbatasan pasokan membuat stok cepat habis dan mengganggu jalannya penjualan.
"Kalau buat pedagang kecil, ya kehabisan stok. Penjualan di pasar juga jadi agak terganggu," ujarnya.
Agus menduga, faktor utama penyebab kenaikan harga berasal dari sisi pasokan dari petani. Sebab, stabilitas harga di pasar sangat ditentukan oleh kondisi panen.
"Jadi yang mempengaruhi harga itu pasokan dari petani. Kalau pasokannya sedikit, harganya bisa naik. Kalau hasil panennya banyak, ya harga bisa stabil," paparnya.
Selain pasokan, terang Agus, faktor musim, baik kemarau maupun hujan juga turut berpengaruh terhadap hasil panen dan ketersediaan barang di pasar.
Oleh karena itu, dirinya berharap berharap pemerintah dapat lebih fokus pada penguatan sektor pertanian agar pasokan tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok tidak mudah fluktuatif.
"Menurut saya, yang harus digerakkan itu pertanian. Kalau petaninya banyak dan panennya merata, harga bisa stabil. Misalnya daerah sini panen cabai, daerah lain panen tomat, jadi tidak saling berebut pasokan," pungkasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

