Mitos atau Fakta? Mengupas Manfaat dan Efek Samping Cabai Rawit untuk Kesehatan
Sering dianggap bikin maag dan merusak lidah, simak fakta medis serta mitos seputar konsumsi cabai rawit untuk kesehatan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Salah satu bahan dapur yang hampir tak pernah absen dari meja makan masyarakat Indonesia adalah cabai rawit.
Selain memberikan sensasi pedas yang membakar lidah, bahan dapur ini kerap diiringi berbagai mitos kesehatan, mulai dari pemicu utama luka lambung hingga klaim mampu membakar lemak secara cepat.
Lantas, mana yang sekadar mitos dan mana yang merupakan fakta medis? Berikut adalah ulasan lengkapnya:
Mengurai mitos dan fakta cabai rawit
mitos: Pemicu Utama Luka (Tukak) Lambung
fakta: cabai rawit bukanlah penyebab langsung timbulnya luka pada lambung. Penyebab utama tukak lambung umumnya adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan obat pereda nyeri (NSAID) jangka panjang. Kandungan kapsaisin pada cabai justru merangsang pembentukan lendir pelindung lambung. Namun, bagi penderita maag atau GERD, konsumsi pedas memang dapat memicu iritasi dan rasa perih.
fakta: Kandungan Vitamin C Lebih Tinggi dari Jeruk
fakta: Per gramnya, cabai rawit segar mengandung Vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan buah jeruk. Selain Vitamin C, cabai rawit juga kaya akan Vitamin A, B6, dan antioksidan yang efektif menjaga daya tahan tubuh.
mitos: Merusak Indra Pengecap Secara Permanen
fakta: Rasa panas dan sensasi kebal pada lidah terjadi karena kapsaisin mengikat reseptor nyeri (TRPV1). Efek ini bersifat sementara dan tidak merusak jaringan atau sel pengecap pada lidah secara permanen.
fakta: Mengandung Agen Pereda Nyeri Alami
fakta: Kapsaisin bekerja menguras Substance P, yaitu senyawa kimia penanda sinyal rasa sakit dalam tubuh. Oleh sebab itu, ekstrak kapsaisin banyak dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam salep penolak nyeri otot, sendi, hingga saraf.
fakta dan mitos: Penurun Berat Badan Instan
fakta: Efek termogenik dari kapsaisin memang dapat meningkatkan metabolisme dan menekan nafsu makan secara sementara. Meski begitu, mengonsumsi cabai saja tanpa diimbangi pola makan sehat dan olahraga tidak akan menurunkan berat badan secara drastis.
Tips Konsumsi Aman
Meski kaya akan nutrisi dan bermanfaat bagi sirkulasi darah, konsumsi cabai rawit tetap harus dibatasi. Mengonsumsinya secara berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan seperti mulas, diare, hingga iritasi saluran cerna.
Editor : Firda Rachmawati

