Dedi Mulyadi Kaji Jembatan untuk Siswa Penyeberang Waduk Saguling di Cililin
Siswa di Cililin, Bandung Barat, setiap hari menyeberangi Waduk Saguling dengan rakit. Dedi Mulyadi segera mengkaji pembangunan jembatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Aksi sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, yang setiap hari menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit untuk berangkat sekolah mendapat respons cepat dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat langsung menggerakkan tim teknis untuk mengkaji pembangunan jembatan di lokasi penyeberangan tersebut.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat telah diperintahkan melakukan peninjauan lapangan. Langkah itu dilakukan untuk memetakan kondisi wilayah sekaligus menilai kelayakan pembangunan akses penyeberangan yang lebih aman bagi para pelajar.
"Saya melihat ada tayangan yang menceritakan anak-anak sekolah menyeberangi sungai di Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Hari besok tim PU akan segera ke lokasi untuk melihat potensi pembuatan jembatan yang ada di sana," ujar Dedi, dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (30/8/2026).
Menurut Dedi, hasil kajian teknis tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan jenis infrastruktur yang paling sesuai dibangun di lokasi. Pemerintah akan mempertimbangkan sejumlah opsi, mulai dari jembatan permanen hingga jembatan gantung.
"Apa solusinya? Apakah perlu jembatan permanen? Apa perlu jembatan gantung?" ucapnya.
Dedi menegaskan, persoalan akses pendidikan yang aman bagi siswa tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Keselamatan para pelajar harus menjadi prioritas agar mereka dapat berangkat dan pulang sekolah tanpa menghadapi risiko setiap hari.
"Secara prinsip yang penting anak-anak sekolah ini bisa pergi ke sekolah dengan nyaman tanpa harus menggunakan rakit," katanya.
Dedi menambahkan, Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk menentukan mekanisme pembangunan setelah kajian teknis selesai dilakukan.
"Apakah dikerjakan oleh Pemprov Jabar atau Pemda Kabupaten Bandung Barat. Yang penting anak-anak sekolah bisa bersekolah dengan nyaman tanpa dihantui oleh bencana dalam setiap waktu," tuturnya.
Editor : Ahmad Sayuti

