Dedi Mulyadi Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Kasus Wakil Bupati Sumedang

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah cepat, merespons dugaan pelecehan dan penganiayaan yang menyeret Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila. 

Dedi Mulyadi Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Kasus Wakil Bupati Sumedang
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

INILAHKORAN.ID- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah cepat, merespons dugaan pelecehan dan penganiayaan yang menyeret Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila. 

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan proses pengusutan dilakukan melalui tim investigasi yang dibentuk khusus untuk menelusuri kebenaran peristiwa tersebut.

Pembentukan tim investigasi dilakukan, setelah mencuat laporan dugaan tindak pelecehan hingga kekerasan terhadap sekretaris pribadi (sekpri) berinisial R yang diduga melibatkan orang nomor dua di Kabupaten Sumedang tersebut.

Dedi menegaskan, pemeriksaan diperlukan agar fakta yang berkembang dapat diuji secara objektif dan tidak bergantung pada spekulasi yang beredar di tengah masyarakat.

“Menyikapi berita tentang peristiwa yang dialami oleh Wakil Bupati Sumedang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini membentuk tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Sumedang agar peristiwa itu bisa tersaji secara objektif, bukan berdasarkan opini atau asumsi,” ujar Dedi dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya kepada publik. Sebab itu, ia meminta seluruh pihak menunggu proses pemeriksaan selesai sebelum menyampaikan penilaian atau kesimpulan.

“Untuk itu pada semua pihak mohon bersabar, sebelum hasil investigasi kami sampaikan, tidak dulu memberikan opini atau narasi,” ucapnya.

Kasus yang kini menjadi perhatian publik itu bermula dari dugaan pelecehan dan penganiayaan terhadap sekretaris pribadi berinisial R. Peristiwa tersebut disebut terjadi di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang pada 17 Agustus 2026.

Pemprov Jawa Barat menegaskan, investigasi akan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan setiap fakta terungkap secara terang dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil pemeriksaan tim investigasi nantinya akan menjadi rujukan resmi, dalam menyikapi kasus yang tengah menjadi sorotan tersebut. ***


Editor : JakaPermana