Jelang Ramadan Tahun Ini, Disdagkoperin Cimahi Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Menghadapi lonjakan permintaan jelang Ramadan, Disdagkoperin Kota Cimahi memastikan ketersediaan stok bahan pokok di pasar tradisional dalam kondisi aman.

Jelang Ramadan Tahun Ini, Disdagkoperin Cimahi Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
Kendati stok bahan pokok terjamin, Disdagkoperin Kota Cimahi mencatat adanya kenaiakn harga untuk sejumlah komoditas strategis. Menjelang Ramadan ini, harga cabai rawit merah dan daging sapi tercatat naik cukup signifikan. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Menghadapi lonjakan permintaan jelang Ramadan, Disdagkoperin Kota Cimahi memastikan ketersediaan stok bahan pokok di sejumlah pasar tradisional dalam kondisi aman. 

Kendati stok bahan pokok terjamin, Disdagkoperin Kota Cimahi mencatat adanya kenaiakn harga untuk sejumlah komoditas strategis. Menjelang Ramadan ini, harga cabai rawit merah dan daging sapi tercatat naik cukup signifikan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperin Kota Cimahi Indra Bagjana membenarkan hal tersebut. Dia mengakui, meski stok bahan pokok dipastikan aman hingga awal Ramadan namun mekanisme pasar dan faktor cuaca membuat harga sejumlah barang bergerak naik.

"Kalau untuk stok bahan pokok itu sudah kami pastikan aman. Insyaallah sampai dengan awal Ramadan bisa dipastikan aman. Tetapi memang karena mekanisme pasar, ketika permintaan meningkat, harga juga ikut naik," kata Indra, Senin 9 Februari 2026.

"Ini diperparah dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama untuk cabai-cabaian," imbuhnya.

Berdasarkan pantauan di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) seperti Pasar Cimindi selama sepekan terakhir, komoditas yang paling terdampak yakni cabai rawit merah.

"Harga komoditas ini saat ini berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram," sebutnya.

Selain cabai, lanjut Indra, kenaikan harga juga terjadi pada daging sapi. Ia menjelaskan, kenaikan ini merupakan fenomena nasional yang juga dirasakan di Kota Cimahi, meskipun tidak sampai memicu aksi mogok pedagang seperti yang terjadi di wilayah Jabodetabek.

"Daging sapi itu lebih bandel sebetulnya, tapi memang sudah ada gejala kenaikan karena fenomena nasional," ujarnya.

"Di Cimahi alhamdulillah tidak sampai mogok, tapi memang ada kenaikan sekitar 5 sampai 8 persen. Yang semula Rp125.000 sampai Rp130.000 per kilo untuk sapi lokal, sekarang di kisaran Rp140.000," jelasnya.

Sementara untuk kebutuhan minyak goreng, Indra memastikan pasokan minyak goreng di Cimahi tidak mengkhawatirkan lantaran adanya intervensi harga eceran tertinggi (HET) dan bantuan pasokan dari Bulog.

"Untuk minyak goreng tidak terlalu mengkhawatirkan karena ada HET-nya. Apalagi Cimahi sekarang mendapatkan suplai khusus dari Bulog untuk Minyakita yang dipatok di Rp15.700 per liter," tegasnya.

Indra juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan jika menemukan harga Minyakita di pengecer yang melebihi batas tersebut, karena itu dianggap sebagai pelanggaran.

"Kita pastikan Minyakita tidak melebihi HET. Cimahi yang kemarin sempat masuk zona merah, sekarang sudah melandai dan hijau karena ada pasokan dari Bulog," bebernya.

Menjelang Ramadhan, terang Indra, biasanya muncul fenomena pedagang musiman atau PKL dadakan. Terkait hal ini, pemerintah tidak melarang, selama para pedagang tersebut tetap menjaga ketertiban umum dan keamanan pangan yang dijajakan.

"Belum terlihat ada gejala luar biasa, mungkin masih reguler. Biasanya nanti masuk awal Ramadan baru terlihat yang musiman," ucapnya.

"Selama tidak mengganggu ketertiban umum, saya pikir usaha adalah hak semua orang. Silakan saja, yang penting tertib dan keamanan pangan terjaga," sambungnya.

Indra menegaskan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Satpol PP untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.

"Tapi tetap mendorong semangat kewirausahaan selama tidak melanggar aturan," tegasnya.


Editor : Doni Ramdhani