Jembatan Cikalongwetan-Cipendeuy Terputus, Akses Ekonomi Terhambat

Jembatan penghubung antara Cikalongwetan dan Cipeundeuy rerputus akibat tergerus air sungai yang meluap pasca hujan deras pekan lalu

Jembatan Cikalongwetan-Cipendeuy Terputus, Akses Ekonomi Terhambat
Kondisi jembatan perbatasan Cikalongwetan-Cipeundeuy yang ambrol sehingga memutus akses warga, Senin (4/5/2026).

INILAHKORAN.ID – Kondisi jembatan dan akses jalan penghubung antara Kecamatan Cikalongwetan dan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini memprihatinkan usai mengalami ambrol pada Jumat lalu.

Jalur utama ini putus dan tidak bisa dilalui kendaraan, akibat tergerus arus air sungai yang meluap saat hujan lebat yang melanda wilayah tersebut. Padahal, jalan tersebut merupakan urat nadi perputaran ekonomi warga setempat yang kini lumpuh total.

Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys mengaku prihatin atas kejadian ini. Ia mengapresiasi respons sigap jajaran dinas terkait yang sudah menyusun rencana perbaikan, dengan target penyelesaian perencanaan paling lambat minggu depan, sehingga pengerjaan fisik bisa segera dimulai.

“Kami sangat prihatin, karena ini jalan kabupaten yang sangat vital bagi ekonomi masyarakat. Kami berterima kasih kepada Dinas PUTR yang sudah bergerak cepat dan memberi perhatian khusus," kata Pither saat ditemui di lokasi, Senin (4/5/2026).

Camat Cikalongwetan, Dadang A. Sapardan menjelaskan kerusakan mulai terlihat jelas sejak Jumat lalu, dipicu curah hujan tinggi yang membuat debit air sungai naik drastis dan menggerus struktur badan jalan maupun jembatan

"Jalur ini sebenarnya dilintasi berbagai jenis kendaraan, mulai dari roda dua hingga roda empat, namun ke depannya akan diberlakukan pembatasan ketat terhadap muatan dan jenis kendaraan demi menjaga keamanan struktur bangunan yang masih dalam proses pemulihan," kata Dadang.

Dadang mengungkapkan jalur ini memiliki nilai strategis tinggi lantaran menjadi jalan pintas yang menghubungkan wilayah Bandung Barat hingga menuju Purwakarta. 

"Jalur ini menjadi sarana utama pengangkutan hasil bumi melimpah dari wilayah sekitar, seperti palawija, buah-buahan, hingga ketela pohon," ungkapnya.

Dengan putusnya akses ini, terang Dadang, aktivitas pengiriman hasil panen warga menjadi terganggu dan terpaksa menempuh rute memutar yang lebih jauh.

"Untuk sementara waktu, kendaraan yang akan melintas harus beralih melewati jalan alternatif sebagai solusi darurat hingga jalur utama dapat dibuka kembali secara aman dan utuh," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti