Tangani Jembatan Ambrol di Cikalongwetan, PUTR Bakal Pakai Box Culvert

PUT KBB akan memakai boc culvert untuk menangani jembatan ambrol pengubung antara Cipeundeuy dan Cikalongwetan

Tangani Jembatan Ambrol di Cikalongwetan, PUTR Bakal Pakai Box Culvert
Jembatan penghubung Cipeundeuy-Cikalongwetan ambrol. PUTR KBB akan memakai box culvert.

INILAHKORAN.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bergerak cepat menangani putusnya akses penghubung vital antara Kecamatan Cikalong dan Cipendeuy.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, Aan Sopian memastikan perbaikan dimulai Mei 2026 ini juga, dengan metode konstruksi khusus yang dinilai lebih cepat selesai namun tetap kokoh dan aman untuk dilalui kendaraan hingga bobot 12 ton.

"Kerusakan tidak hanya terjadi pada badan jembatan utama, melainkan ada dua titik lain yang ikut terdampak berupa longsoran Tembok Penahan Tanah (TPT) di sepanjang ruas jalan tersebut," kata Aan saat dihubungi, Selasa (12/5/2026).

Aan mengakui tim teknis telah mendatangkan konsultan perencana untuk menghitung kebutuhan teknis maupun biaya secara rinci. 

Berdasarkan kajian awal, solusi terbaik dan tercepat, yakni menggunakan konstruksi box culvert dibandingkan pembangunan jembatan konvensional yang memakan waktu lebih lama.

“Kami pilih sistem box culvert agar pengerjaan lebih gesit dan tidak butuh waktu lama untuk pengeringan beton. Ditambah dengan penguatan TPT beronjong, konstruksi ini dinilai paling pas untuk kondisi medan dan cuaca saat ini," ujarnya.

"Target kami sangat jelas, mulai dikerjakan bulan ini dan tuntas dalam kurun waktu satu bulan saja, tidak sampai dua bulan,” sambungnya.

Secara teknis, ungkap Aan, jembatan pengganti ini direncanakan memiliki panjang efektif 5 meter dan lebar 4 hingga 5 meter. Namun, untuk keamanan dan antisipasi aliran air, ukuran box culvert yang dipasang bakal sedikit lebih panjang, yakni 6 meter, terdiri dari dua unit kotak beton pracetak. 

"Konstruksi ini dirancang mampu menopang beban kendaraan hingga 12 ton, cukup kuat untuk meloloskan kendaraan niaga ringan, angkutan desa, maupun kendaraan operasional warga sehari-hari," ungkapnya.

Dari sisi pembiayaan, Aan memperkirakan total biaya yang dibutuhkan tidak akan melebihi angka Rp500 juta. Saat ini, pihaknya masih mengkaji sumber pendanaan, apakah akan ditarik dari pos anggaran dana darurat atau melalui mekanisme pergeseran anggaran. 

Meski begitu, kepastian pendanaan sedang diproses bersama Komisi III DPRD KBB agar pekerjaan bisa segera dilelangkan dan dimulai.

“Anggaran masih dalam hitungan rinci, namun perkiraan kasar kami di bawah Rp500 juta. Sumber dananya masih kita bahas, yang pasti kendala biaya tidak akan menghambat," sebutnya. 

"Komitmen kami pada bulan Mei ini juga sudah ada alat dan tenaga kerja di lokasi, agar akses warga yang terputus segera terhubung kembali,” tegasnya.

Aan mengungkapkan, metode yang dipilih ini dinilai juga lebih adaptif menghadapi cuaca yang sering turun hujan belakangan ini. Lantaran bersifat modul dan tinggal dipasang, risiko keterlambatan akibat gangguan cuaca jauh lebih kecil dibandingkan metode cor di tempat yang butuh proses pengeringan. 

"Kami berharap perbaikan ini tidak hanya mengembalikan fungsi jalan, tapi juga menjamin keselamatan warga yang setiap hari bergantung pada jalur penghubung Cikalong–Cipendeuy tersebut," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti