Jeritan Hati 'Tetangga Jauh' Prabowo, Rumah Rusak karena Pergerakan Tanah, Uang Tak Punya

Sudah lanjut usia dan tidak lagi produktif, Nenek Eyeh (70-an), warga Kampung Curug RT 02 RW 09 Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor pasrah rumahnya semakin rusak akibat bencana alam pergeseran tanah.

Jeritan Hati 'Tetangga Jauh' Prabowo, Rumah Rusak karena Pergerakan Tanah, Uang Tak Punya

INILAHKORAN, Bogor – Sudah lanjut usia dan tidak lagi produktif, Nenek Eyeh (70-an), warga kampung Curug RT 02 RW 09 Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor pasrah rumahnya semakin rusak akibat bencana alam pergeseran tanah.

Selasa (5/11) lalu, rumahnya di Kampung Curug itu, kembali bergoyang. Pergerakan tanah menghajarnya. nenek Eyah, kebetulan “tetangga jauh” Presiden Prabowo Subianto yang memiliki kediaman di kampung yang sama.

Bencana alam pergeseran tanah ini bukan saja baru kali ini terjadi. Ibarat minum obat, bisa dua bulan atau tiga bulan sekali terjadi.

Seperti dua bulan lalu, dinding kamar mandinya retak dan Selasa malam kemarin, dinding kamar retak dan bolong, ditambah lantai keramik patah atau berombak.

Namun hasrat memperbaiki rumahnya pupus karena ia tidak memiliki uang dan hanya berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.

"Ibu kini tidak bisa betulin rumah secara mandiri. Dari mana saya punya uang. Saya sudah tua,” kata Nenek Eyeh kepada wartawan, Kamis, 7 November 2024

Nenek Eyeh menuturkan pada 15 September 2022, Kampung Curug terkena bencana alam pergerakan tanah. Rumahnya ikut rusak, bersama ratusan rumah warga lainnya, baik di RW 09 maupun RW 15.

"Kalau kerusakan rumah yang dua tahun lalu sudah sempat diperbaiki, sekarang belum tentu bisa memperbaiki rumah kalau tidak mendapatkan bantuan uang," tuturnya.

Rumah Nenek Eyah termasuk satu dari 59 unit rumah yang terdampak bencana alam pergerakan tanah, Selasa (5/11).

Nenek Eyeh mengaku sulit tidur dalam beberapa hari terakhir terutama ketika kampungnya sedang diguyur hujan dan apalagi kalau ia mendengar kayu atap rumahnya berderit. 

Karena takut rumahnya ambruk, ia pun lari ke halaman rumah atau mengungsi ke rumah anaknya yang lokasinya tidak jauh.

"Lari dan mengungsi ke rumah anak pun tidak bisa buru-buru dan harus hati-hati karena jalan beton di lingkungan rumah saya patah di tahun 2022 lalu sehingga rawan tersandung," imbuhnya.***


Editor : Zulfirman