JPNSC Harap Indonesia Negara Pertama Bebas Nyeri di Asia Tenggara

Indonesia diharapkan Jakarta Pain Intervention and Sonologist International Conference (JPNSC)  bisa menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mendeklarasikan bebas dari nyeri. Hal itu pula yang mendorong JPNSC untuk menggelar pertemuan rutin untuk membahas inovasi-inovasi medis dalam penanganan nyeri  yang berbasis evidence  dan menyelesaikan sumber penyebab nyeri.

JPNSC Harap Indonesia Negara Pertama Bebas Nyeri di Asia Tenggara
Indonesia diharapkan Jakarta Pain Intervention and Sonologist International Conference (JPNSC)  bisa menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mendeklarasikan bebas dari nyeri. Hal itu pula yang mendorong JPNSC untuk menggelar pertemuan rutin untuk membahas inovasi-inovasi medis dalam penanganan nyeri  yang berbasis evidence  dan menyelesaikan sumber penyebab nyeri./istimewa

INILAHKORAN, Bandung - Indonesia diharapkan Jakarta Pain Intervention and Sonologist International Conference (JPNSC)  bisa menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mendeklarasikan bebas dari nyeri. Hal itu pula yang mendorong JPNSC untuk menggelar pertemuan rutin untuk membahas inovasi-inovasi medis dalam penanganan nyeri  yang berbasis evidence  dan menyelesaikan sumber penyebab nyeri.

President Elect Perkumpulan Dokter Intervensi Nyeri (PERDINI) and Chairman dari  2nd JPNSC, Alif Noeriyanto Rahman mengatakan bahwa, edukasi terkait penanganan nyeri di Indonesia harus terus di akselarasi. Saat ini nyeri kronik sudah di deklarasikan sebagai penyakit semenjak 2019, bukan hanya sebagai gejala, hal ini membuat tatalaksana nyeri harus semakin canggih dan update  Hal itu pula yang mendorong JPNSC kembali menggelar kampanye Indonesia Bebas Nyeri di Tahun 2024.

"Aksi nyata kami adalah dengan mengadakan event berskala internasional JPNSC   yang berjalan rutin dan kita bisa menjadi negara di Asia Tenggara  yang Bebas Nyeri," kata Alif di Kampus UPI Kota Bandung, Sabtu 8 Juni 2024.

Baca Juga : 10 Platform Donasi Online Terbaik di Indonesia 2024: Pilihan Terbaik Tanpa Mengambil Keuntungan

Alif menjelaskan, diskusi penanganan nyeri ini akan dilakukan berkala,  mulai 7 Juni 2024, berakhir di 21 Juli 2024 dengan menghadirkan pembicara lain yang berasal dari Turki, Qatar, Mesir, Arab Saudi, Inggris, Pakistan dan Malaysia.

"Harapannya event ini bisa membuat memberikan banyak tambahan pengetahuan bagi mereka yang kita undang maupun mereka memberikan apa yang mereka punya,  sehingga bisa mewujudkan bangsa kita, Indonesia terbebas dari masalah nyeri serta menjadikan indonesia sebagai pusat tatalaksana pengobatan nyeri terbaik se asia tenggara," jelasnya.

Di lokasi yang sama, Prof Lee Pyoung Bok mengatakan bahwa, teknik Spinnal Balloning menjadi alternatif yang efektif untuk penanganan nyeri di area tulang belakang.

Baca Juga : Google Play Academy Study Jam Hadir dengan Konten Terbaru Berbasis AI 

Prof Lee Pyoung Bok, kasus tulang belakang di Korsel mayoritas diidap oleh kalangan lanjut usia (Lansia). Beberapa kasus penyakit dapat diatasi tanpa menggunakan tindakan pembedahan, walaupun jika diperlukan pembedahan, akan tetap dilakukan sesuai dengan penilaian medis yang didapatkan.

Halaman :


Editor : JakaPermana

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita inliahkoran.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaGNP8EKrWR5pVfYAU1C
Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.