JPO Terminal Cicaheum Dibongkar, Dukung Pengembangan BRT Bandung Raya
Jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Terminal Cicaheum, Kota Bandung mulai dibongkar sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan sistem BRT.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Terminal Cicaheum, Kota Bandung mulai dibongkar sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan sistem bus rapid transit (BRT) di wilayah tersebut. Pembongkaran, dilakukan setelah JPO dinilai sudah tidak layak dan tidak lagi sesuai dengan kebutuhan transportasi modern.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, pembongkaran JPO telah melalui proses penilaian aset dan pertimbangan teknis. Keberadaan JPO tersebut, sudah tidak mendukung rencana pengembangan transportasi massal di kawasan itu.
“Memang harus dibongkar, karena sudah melalui proses penilaian (apraisal). Selain itu, salah satu alasannya juga untuk mendukung pengembangan BRT. Dari segi konstruksi, JPO tersebut sudah tidak layak dan dapat membahayakan keselamatan pengguna,” kata Rasdian Setiadi, Jumat (26/6/2026).
Dia menjelaskan, persiapan pembongkaran telah dilakukan melalui rapat koordinasi lintas instansi. Seluruh aspek teknis, termasuk metode pembongkaran dan pengaturan lalu lintas telah disiapkan agar proses berjalan aman dan tidak mengganggu mobilitas warga secara signifikan.
“Persiapan sudah dilakukan. Kita sudah rapat koordinasi. Semua sudah disiapkan, termasuk teknis pembongkaran,” ucapnya.
Sambung dia, pembongkaran JPO tersebut juga disertai dengan penghapusan aset daerah. Material hasil bongkaran, nantinya akan dilelang kepada pihak yang telah ditetapkan sebagai pemenang.
“Ya, sudah dilakukan penghapusan aset. JPO sudah dinilai (apraisal), kemudian akan dibongkar dan hasil materialnya dilelang. Pemenang lelang sudah ada, dan nanti tinggal melakukan pembayaran sesuai hasil apraisal,” ujar dia.
Untuk pelaksanaan di lapangan, pembongkaran akan menggunakan alat berat berupa crane. Dua unit crane disiapkan, agar proses pengangkatan struktur JPO dapat berjalan lebih cepat dan meminimalkan gangguan lalu lintas di sekitar Terminal Cicaheum.
“Menggunakan crane. Rencananya ada dua crane agar proses tidak mengganggu lalu lintas,” jelasnya.
Sementara itu kata Rasdian, Dishub Kota Bandung juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas selama proses pembongkaran berlangsung. Arus kendaraan dari arah barat dan timur, akan dialihkan sementara melalui area terminal.
“Rekayasa sudah dibahas dalam rapat teknis. Jalur akan diatur bertahap. Jalur barat dan timur akan dialihkan sementara. Arus kendaraan diarahkan masuk ke Terminal Cicaheum, lalu keluar melalui pintu keluar terminal,” tutur dia.
Pihaknya menambahkan, penutupan jalur diperkirakan hanya berlangsung singkat saat proses pengangkatan struktur JPO dilakukan yakni sekitar 20 menit. "Kami memastikan, di lokasi tersebut tidak akan dibangun kembali JPO baru. Langkah ini sejalan dengan rencana penataan kawasan terminal, dan integrasi sistem transportasi BRT di Kota Bandung," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

