Cemari Pantai Pangandaran, Dedi Mulyadi Minta DKP Jabar Tarik Kapal Batu Bara

Sudah lebih sepekan, kapal tongkang pengangkut 80 ribu ton batu bara belum dipindahkan, usai karam akibat kebocoran di Pantai Sukaresik.

Cemari Pantai Pangandaran, Dedi Mulyadi Minta DKP Jabar Tarik Kapal Batu Bara
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

INILAHKORAN.ID - Sudah lebih sepekan, kapal tongkang pengangkut 80 ribu ton batu bara belum dipindahkan, usai karam akibat kebocoran di Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.

Kondisi ini mengakibatkan pencemaran, lantaran air laut menghitam. Menyoroti persoalan ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku akan meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar, untuk memindahkan kapal tongkang tersebut ke daratan.

"Nanti saya minta yang kelautan (DKP) untuk segera ditarik. Harus segera ditarik, karena bikin keruh pantai selatan Jawa Barat," ujar Dedi saat ditemui di Kota Bandung, Jumat (26/6/2026).

Ia juga mengaku akan meninjau, untuk mencari solusi dalam skema penarikan kapal tongkang pengangkut 80 ribu ton batu bara tersebut.

Termasuk mencari sumber pembiayaan, operasi penarikan kapal tongkang tersebut, supaya pencemaran tidak semakin meluas.

"Nanti saya cek bagaimana cara nariknya dan biayanya dari mana," katanya.

Awalnya, kapal tongkang yang membawa 80 ribu ton batu bara ini ditarik oleh kapal Tugboat Titan 33 dari Palembang dengan tujuan Cilacap. Namun di Pantai Batukaras terjadi kebocoran, sehingga disandarkan dj kawasan tersebut.

Lokasi karamnya kapal tongkang ini tak jauh dari Pantai Batuhiu dan pusat konservasi penyu, sehingga kawasan itu berpotensi terkena pencemaran.***


Editor : JakaPermana