Poe Ibu Dedi Mulyadi Mulai Berbuah, 18 Rutilahu Dibangun di Garut
Program Poe Ibu Dedi Mulyadi mulai diwujudkan di Garut. Sebanyak 18 rutilahu ditargetkan dibangun sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mulai menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.
Dana yang dihimpun dari gerakan gotong royong aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jabar, kini digunakan untuk membangun rumah tidak layak huni (Rutilahu) sekaligus memperkuat ketahanan pangan warga di Kabupaten Garut.
Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program tersebut. Pemprov Jawa Barat mengalokasikan dana hasil Gerakan Poe Ibu untuk memperbaiki puluhan rumah warga yang selama ini berada dalam kondisi tidak layak huni.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, program tersebut dirancang tidak hanya menyentuh persoalan perumahan, tetapi juga kesehatan lingkungan, sanitasi, hingga pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
“Diinisiasi Pak Gubernur, kita mengadakan program namanya Poe Ibu, Sapoe Sarebu. Hasil dari Sapoe Sarebu dialokasikan untuk membantu warga masyarakat yang rumahnya kurang layak," ujar Herman, Selasa (8/9/2026).
Melalui program itu, sekitar 18 rumah warga ditargetkan mendapatkan bantuan pembangunan. Selain perbaikan hunian, pemerintah juga membangun sarana mandi, cuci, kakus (MCK) guna meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.
“Yang baru selesai baru tiga rumah,” ucapnya.
Menurut Herman, perbaikan rumah menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang sehat dan layak dinilai memiliki hubungan erat dengan kondisi kesehatan penghuni serta kualitas lingkungan permukiman.
“Masyarakat menunggu adanya peningkatan kualitas kehidupan, utamina di bidang kesehatan, perumahan, dan permukiman," katanya.
Pemprov Jabar juga mengintegrasikan program tersebut dengan penguatan ketahanan pangan keluarga. Warga didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai kebutuhan dapur seperti cabai, tomat, bawang daun, serta aneka sayuran. Langkah itu dilakukan, agar keluarga memiliki sumber pangan mandiri sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi rumah tangga.
"Minimal kalau bertanam, itu apa saja, kalau tidak panen, itu ayam. Sehingga asupan gizinya bisa dimanfaatkan," tuturnya.
Selain mendorong pemanfaatan pekarangan, pemerintah juga menyiapkan bantuan ayam yang akan dibagikan kepada masyarakat sebagai sumber protein hewani. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperbaiki status gizi keluarga.
"Supados masyarakat raharja tur rahayu. Rumah dibangun, rumah dibedah, jadi layak untuk kehidupan," ucapnya.
Herman menegaskan pembangunan Rutilahu dan penguatan ketahanan pangan harus berjalan bersamaan agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan, bukan hanya sebatas bantuan sesaat.
Pelaksanaan program di Cikelet dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jabar, di antaranya DPMPTSP Jabar, Setwan DPRD Jabar, BKD Jabar, Bapenda Jabar, serta OPD lainnya.
Sebagai informasi, Gerakan Poe Ibu diluncurkan Dedi Mulyadi pada Oktober 2025. Melalui program tersebut, ASN di Jawa Barat didorong menyisihkan Rp1.000 setiap hari sebagai dana gotong royong untuk membantu penyelesaian berbagai persoalan sosial masyarakat.
“
Ada uang yang dikumpulkan, nanti di setiap OPD, setiap sekolah, di setiap dinas, kabupaten, sampai desa ada pos pelayanan masyarakat, pengaduan masyarakat untuk menyelesaikan problem sosial mereka," katanya.
Dana yang terkumpul selanjutnya difokuskan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan sosial lainnya. Program ini sekaligus menjadi instrumen gotong royong ASN dalam mendukung percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
Editor : Ahmad Sayuti

