Juli 2026 Mendatang Wanita Jepang yang Mencium Jin BTS akan Didakwa dan Diadili

Wanita Jepang yang sengaja mencium Jin BTS akan didakwa dan diadili pada bulan Juli 2026 mendatang.

Juli 2026 Mendatang Wanita Jepang yang Mencium Jin BTS akan Didakwa dan Diadili
Wanita Jepang yang cium Jin BTS.

INILAHKORAN, Bandung - Usai jadi buronan ARMY karena Mencium Jin BTS dengan sengaja, Wanita Jepang ini akhirnya menyerahkan diri ke polisi 

Seorang Wanita Jepang berusia 50-an, yang diidentifikasi sebagai A, yang Didakwa karena memaksa Mencium Jin BTS, akan Diadili di Korea.

Wanita ini aka Didakwa dan Diadili pada bulan Juli 2026 mendatang, menimbulkan kejutan dan perdebatan luas setelah dia mempertanyakan secara terbuka, "apakah ciuman merupakan kejahatan?"

Kejaksaan Distrik Timur Seoul mendakwa A tanpa penahanan pada bulan November atas tuduhan penganiayaan paksa. 

Menurut pejabat pengadilan, Divisi Kriminal 9 Pengadilan Distrik Timur Seoul berencana untuk mengadakan dua sidang untuk kasusnya pada bulan Juli tahun depan.

Insiden tersebut terjadi pada 13 Juni 2024, saat acara penggemar 'Free Hug' Jin BTS yang diadakan di Jamsil Arena, Songpa-gu, Seoul. 

Saat Jin BTS menyapa penggemar, A dilaporkan memeluknya dan tiba-tiba Mencium pipi Jin BTS tanpa izin. 

Jin BTS langsung memalingkan mukanya saat itu, tampak terkejut dan tidak nyaman.

Mengejutkan, A kemudian membanggakan dirinya di media sosial, menulis, "Bibirku menyentuh leher Jin. Kulitnya sangat lembut."

Para penggemar yang menyaksikan kejadian tersebut mengajukan pengaduan melalui Sistem Petisi Nasional Korea, menuduh A melakukan pelecehan di tempat umum yang ramai. Kepolisian Songpa membuka penyelidikan dan memanggilnya, tetapi karena perkiraan waktu untuk pemeriksaan, kasus tersebut dihentikan sementara pada bulan Maret.

Namun, A akhirnya kembali ke Korea dan secara sukarela menghadap polisi. Penyidik menyimpulkan bahwa tindakannya merupakan penganiayaan paksa, dan kasusnya diteruskan ke jaksa.

Jaksa menolak argumennya bahwa itu hanyalah "kontak fisik ringan dengan seorang selebritas" dan bahwa dia tidak memiliki niat kriminal. 

Para pejabat mengutip kontak fisik yang tidak diinginkan, pernyataannya setelah insiden, dan ketidaknyamanan korban yang jelas sebagai alasan untuk menguatkan dakwaan.

Dalam wawancara dengan TBS News Jepang, A mengungkapkan kekhawatirannya atas dakwaan tersebut, dengan mengatakan, "Saya sedih. Saya tidak menyangka ini akan dianggap kejahatan."

Insiden tersebut, yang terjadi di sebuah acara yang dihadiri 1.000 penggemar, terus memicu diskusi panas tentang batasan, perilaku penggemar, dan konsekuensi hukum dari kontak non-konsensual dengan selebritas. 

Para penggemar menantikan persidangan yang akan datang sementara Jin BTS melanjutkan aktivitasnya setelah menyelesaikan wajib militernya.***


Editor : Irma Nurfajri