Juni 2019, Inflasi Jabar 0,48%
Harga di tujuh kota pantauan indeks harga konsumen (IHK) gabungan di Jabar pada Juni 2019 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,48%. Angka ini tejadi kenaikan IHK dari 135,65 pada Mei menjadi 136,30.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Harga di tujuh kota pantauan indeks harga konsumen (IHK) gabungan di Jabar pada Juni 2019 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,48%. Angka ini tejadi kenaikan IHK dari 135,65 pada Mei menjadi 136,30.
Laju inflasi tahun kalender year to date (Januari-Juni 2019) sebesar 2,14% dan laju inflasi dari tahun ke tahun year on year (Juni 2019 terhadap Juni 2018) tercatat sebesar 3,48%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Dody Herlando mengatakan, seluruh kota pantauan IHK di Jabar pada Juni mengalami inflasi. Dua terbesar yakni Kota Bogor sebesar 0,90% dan Kota Depok sebesar 1,11%.
"Lainnya Kota Bandung sebesar 0,10%, lalu ada Kota Cirebon sebesar 0,15%, Kota Bekasi sebesar 0,35%, Kota Sukabumi sebesar 0,37%, dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,28%," kata Dody, Senin (1/7/2019).
Menurutnya, dari tujuh kelompok yang mengalami inflasi yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,98% serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,57%.
"Juga dari kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,51%, kelompok sandang 0,57%, kelompok kesehatan 0,23% dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,11%. Sementara kelompok transpor, komunikasi dan keuangan mengalami deflasi sebesar 0,23%," ucapnya.
Sementara, hasil pantauan harga barang dan jasa selama Juni 2019 tercatat sejumlah komoditas mengalami kenaikan atau penurunan harga dan memberikan andil atau deflasi cukup signifikan.
Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabe merah, upah pembantu rumah tangga, nasi dengan lauk, kentang, bayam, jengkol, petai, angkutan antar kota, pepaya, cabe rawit, bubur, daun pintu, emas perhiasan, tomat, sayur, buah pir, kelapa, mobil, dan rokok kretek filter.
Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan dan memberikan andil deflasi signifikan antara lain bawang putih, tarif kereta api, telur ayam ras, beras, sawi hijau, tongkol, ikan kembung, telepon seluler, daging ayam kampung, daging kambing, dan kacang tanah. (Yogo Triastopo)
Editor : Doni Ramdhani

