Kabupaten Bandung Basis Golkar Tersisa di Bandung Raya
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Dadang M Naser menyatakan basis Golkar di Jawa Barat yang masih eksis hanya ada di Kabupaten Bandung. Ia mengakui jika basis Golkar di daerah lain telah berguguran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung- Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Dadang M Naser menyatakan basis Golkar di Jawa Barat yang masih eksis hanya ada di Kabupaten Bandung. Ia mengakui jika basis Golkar di daerah lain telah berguguran.
"Di daerah lain, seperti Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi sudah rontok. Kota Bandung juga sudah. Malah yang pertama kali rontok," kata Dadang Minggu (1/3/2020).
Dikatakan Dadang yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bandung, Golkar Kabupaten Bandung sekarang menjadi sorotan dan andalan DPP untuk bisa memenangkan Pilkada 2020.
Oleh karena itu, agar Golkar di Kabupaten Bandung tidak rontok harus ada gerakan Sabilulungan yang solid di kadernya. Terlebih, gerakan sabilulungan yang solid itu mencadi kunci kemenangan Golkar pada Pilbup Bandung.
"Makanya pada Pilbup 2020, Golkar harus menang lagi. Porsi kekuasaan nanti ya kuncinya sabilulungan yang solid," ujarnya.
Selain itu, kata Dadang, Golkar Kabupaten Bandung programnya harus jelas dan selaras dengan program bupati terpilih nantinya. Golkar juga harus berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Meski sudah banyak sentimen-sentimen yang menyentil agar Golkar runtuh, terlebih dari para aktor-aktor politik, Dadang menganggap itu hal yang wajar. Ia pun mempersilahkan lawan politiknya untuk bersaing secara fair.
"Wajar itu silahkan saja, tapi harus fair kalau mau mengalahkan Golkar. Tidak pakai fitnah ini itu. Saya juga tidak alergi dengan kritikan," katanya.
Menurut Dadang, DPP Partai Golkar menargetkan lima kota/kabupaten harus dimenangkan pada Pilbup 2020. Kabupaten Bandung, ujar dia, menjadi wilayah yang menjadi prioritas.
"Kabupaten Bandung ini andalan untuk lima besar. Pelaksanaan juklak nomor 3 munas juga sedang dilakukan untuk persiapan menuju Pilbup Bandung," katanya.
Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat, Sukim Nur Arif menambahkan, ada beberapa kriteria figur yang dinginkan oleh Partai Golkar.
"Kriterianya yang terbaik menurut survey, terbaik di mata masyarakat, yang tahu kondisi Kabupaten Bandung, yang tahu keadaan masyarakatnya," katanya.
Selain itu, Sukim mengatakan, kandidat yang bisa meneruskan pembangunan dan perjuangan Sabilulungan menjadi nilai utama. Sebab, Kabupaten Bandung di tangan Golkar sudah mendapat banyak penghargaan.
"Keberhasilan yang dicapai Kabupaten Bandung di tangan golkar cukup berhasil secara signifikan," katanya.
Di kontestasi Pilbup Bandung, kata Sukim, Golkar tidak ingin jumawa dengan mengusung kadernya sendiri meski kursi di parlemen sebagai syarat mencukupi. Kata akan mengajak partai lain untuk berkoalisi untuk mengusung.
"Urusan mau figurnya dari golkar dan golkar itu urusan nanti tergantung hasil survey. Yang sudah merapat (parpol) seperti yang dikatakan Ketua DPC ada tiga partai. PKB, Gerindra, dan PDIP. PKS dengan DPD Jabar sudah bertemu. Tinggal dengan kabupaten sednag diatur waktunya," katanya.
Menurut Sukim, DPP Partai Golkar menargetkan kemenangan 60 persen di 8 kabupaten/kota di Jawa Barat yang menggelar Pilkada. Artinya, 5 wilayah di prioritaskan untuk memenangkan Pilkada.
"Prioritas Kabupaten Bandung. Karena Kabupaten Bandung menjadi pusat perhatian. Hirarki sudah bertahun-tahun dipegang Golkar. Bukan tidak menampik kota/kabupaten lain. Kami inginnya 100 persen menang," ujarnya. (rd dani r nugraha).
Editor : Bsafaat


