Kabupaten Bogor Tambah Anggaran untuk Bentuk Relawan Destana
Kabupaten Bogor akhirnya menambah anggaran untuk segera merampungkan pembektukan relawan Destana. Begini skemanya:
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor- Untuk memaksimalkan mitigasi atau pencegahan dini bencana alam, Pemkab Bogor akan menambahkan pembentukan relawan desa tangguh bencana (Destana).
Jumlah relawan Destana tersebut dibutuhkan karena keterbatasan jumlah personel badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.
Seperti diketahui, jumlah porsonel BPBD Kabupaten Bogor tak sebanding dengan luas wilayah yakni 40 kecamatan dan 435 desa maupun kelurahan.
Baca Juga: Jungwoo NCT 127 Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Menyelesaikan Tur di Jepang
"Di anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) parsial Tahun 2023 atau APBD Perubahan 2022, kami termasuk DPRD Kabupaten Bogor akan menambah anggaran untuk BPBD, selanjutnya mereka membentuk relawan Destana," kata Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan kepada wartawan, Kamis 2 Mei 2022.
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menerangkan dengan adanya relawan Destana, bakal mencegah, mengantisipasi maupun mengurangi resiko korban jiwa dan materil.
"Relawan Destana yang sudah terlatih menghadapi bencana alam ini harus diperbanyak, karena walaupun bencana alam tersebut skalanya kecil, namun ada nyawa yang hilang, maka nilai raport Pemkab Bogor bakal berwarna merah," terang Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan.
Baca Juga: Kabar Bahagia, Park Shin Hye dan Choi Tae Joon Umumkan Kelahiran Bayi Laki-laki Mereka
Selain pembentukan relawan Destana, masyarakat ia harapkan mendengar pengumuman prakiraan cuaca badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG).
"Pengumuman prakiraan cuaca BMKG itu akurat, jikalau bakal terjadi hujan, maka masyarakat maupun relawan Destana yang wilayahnya rawan potensi bencana alam harus siap-siap akan bencana alam banjir atau tanah longsor," harap ayah lima orang anak tersebut.
Diwawancara terpisah, Kasatlak BPBD Kabupaten Bogor Yani Hassan menuturkan bahwa dalam penanganan bencana alam maka butuh peran masyarakat dan pengusaha.
Ia berharap, kita semua belajar dari kejadian bencana tanah longsor di Desa Cipelang, Cijeruk.
Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Kamis 2 Juni 2022: Katrin Akhirnya Sadar, Bukti Kuat Akan Segera Terungkap
Dimana dari kejadian tersebut empat orang meninggal dunia, lima oranv lainnya luka, dua rumah ambruk, satu rumah dan satu bengkel las lainnya mengalami rusak sedang.
"BPBD tentunya akan memperbanyak relawan Destana untuk memperkecil resiko potensi bencana alam, adanya korban jiwa dan materil. Kami tentunya tak ingin kejadian bencana tanah longsor di Kampung Pasir Pogor RT 01 RW O4 Desa Cipelang, Cijeruk yang menyebabkan empat orang meninggal dunia terjadi lagi di desa, kelurahan atau kecamatan lainnya," tutur Yani Hassan.
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, hingga Bulan Maret 2021 lalu. Dari 435 desa dan kelurahan. Baru 50 desa atau kelurahan yang memiliki relawan Destana.
Baca Juga: HUT KBB ke-15, Hengky Kurniawan Ajak Buruh Pajang Produk UMKM
Sementara itu dari ragam atau jenis bencana alam, Kabupaten Bogor memiliki morfologi yang bervariasi. Hingga relawan Destana harus dibekali penanganan bencana alam yang spesifik dan bakal mereka hadapi di lingkungannya.***(Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran

