Kades Terbebas Hutang, Jalan Alternatif Puncak Tuntas Maret
Proyek pembangunan jalan alternatif Puncak, tepatnya jalur utara, Kecamatan Megamendung, yang menggunakan program bantuan keuangan desa (Bankeudes) ditargetkan selesai pada Maret mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor – Proyek pembangunan jalan alternatif Puncak, tepatnya jalur utara, Kecamatan Megamendung, yang menggunakan program bantuan keuangan desa (Bankeudes) ditargetkan selesai pada Maret mendatang.
"Proyek pelebaran dan pembangunan jalur alternatif utara memakan biaya sebesar Rp6 miliar untuk panjang ruas jalan 7 Km. Dana Rp6 miliar tersebut dibagi ke 4 desa yaitu Cipayung, Cipayung Girang, Megamendung, dan Pasir Angin," ujar Camat Megamendung Hadijana kepada wartawan, Senin (7/1/2019).
Mantan Sekcam Parung ini menerangkan, Desa Cipayung Girang mendapatkan alokasi terbesar dibandingkan 3 desa lainnya yaitu sebesar Rp2,6 miliar. Sementara Desa Cipayung Rp1,8 miliar, Desa Pasir Angin Rp1,4 miliar, dan Desa Megamendung mendapatkan Rp200 juta.
“Dana Bankeudes tersebut cair pada Rabu 16 Desember tahun lalu. Anggaran Bankeudes ini masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. Namun karena ada Peraturan Bupati (Perbup) nomor 50 tahun 2018 tentang dana desa, penggunaannya bisa dipakai tahun ini,” jelasnya.
Kades Cipayung Cacuh Budiawan bersyukur proyek pelebaran pembangunan jalan yang menggunakan anggaran Bankeudes bisa terwujud setelah tertunda tahun 2017 lalu.
"Saat itu Kades Tamansari Gumilar Sutedja menyelewengkan dana Bankeudes, akhirnya semua proyek insfrastruktur atau non isfrastruktur yang menggunakan anggaran Bankeudes dibatalkan oleh Pemkab Bogor. Alhamdulillah anggaran Bankeudes tersebut cair juga," kata Cacuh.
Dia menuturkan, proyek pelebaran maupun pembangunan jalur utara ini program prioritas Bupati Bogor Nurhayanti atas aspirasi masyarakat Puncak untuk membantu penguraian kemacetan, maka Kades Pasir Angin,Kades Cipayung Girang dan dirinya nekat berhutang ke toko material untuk mempercepat proyek tersebut hingga selesai sebelum akhir tahun 2017.
"Proyek pelebaran maupun pembangunan jalur utara ini sebenarnya aspirasi masyarakat yang ditampung Bupati Nurhayanti. Saya saat itu berhutang Rp250 juta, Kades Cipayung Girang hutang Rp 400 juta dan Kades Pasir Angin hutang Rp75 juta untuk mengerjakan dahulu proyek tersebut demi kepentingan masyarakat yang ingin terbebas dari kemacetan terutama saat arus lalu lintas dalam status one way," tuturnya.
Editor : inilahkoran

