KAI Angkat Bicara Soal Penumpang Terluka Akibat Lemparan Batu di KA Sancaka

KAI memberikan tanggapan terkait insiden pelemparan batu yang dialami oleh salah satu penumpang.

KAI Angkat Bicara Soal Penumpang Terluka Akibat Lemparan Batu di KA Sancaka

INILAHKORAN - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden pelemparan batu yang menimpa salah satu penumpangnya, akun Instagram @widya_anggraini_awaw, saat menumpang KA Sancaka (88F) relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng pada Sabtu malam, 6 Juli 2025.

Dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.25 WIB tersebut, korban diketahui duduk di gerbong 2 kursi nomor 4C dan 4D kelas eksekutif. Akibat pelemparan batu yang diduga berasal dari luar jalur rel, korban mengalami luka dan membutuhkan penanganan medis segera.

Menanggapi kejadian ini, akun resmi KAI121 memberikan klarifikasi dan permohonan maaf di kolom komentar unggahan korban. Pihak KAI menyatakan prihatin dan menyesalkan insiden tersebut, serta menegaskan bahwa Unit Kesehatan Daerah Operasi 6 telah melakukan pemeriksaan awal kepada korban. Selanjutnya, Unit Kesehatan Daerah Operasi 8 Surabaya akan mendampingi korban dalam proses pemulihan medis hingga kondisi dinyatakan pulih sepenuhnya.

“Kami sangat prihatin dan menyesalkan kejadian tersebut. Railmin mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan peristiwa yang menimpa Kakak saat dalam perjalanan bersama KA Sancaka (88F),” tulis akun resmi @kai121_.

Untuk mencegah kejadian serupa, KAI menyatakan akan meningkatkan patroli di jalur rawan, memasang kamera pengawas tambahan, serta memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian dan masyarakat setempat. Selain itu, upaya pelacakan terhadap pelaku juga terus dilakukan untuk menyerahkannya kepada pihak berwajib sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Railmin mohon maaf atas kejadian yang terjadi. Kami berharap Kakak lekas sembuh dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” tutup pernyataan tersebut.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan keamanan jalur kereta api, terutama pada malam hari, demi keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang. KAI juga menyatakan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius dan komitmen perusahaan dalam memperbaiki sistem layanan.


Editor : Firda Rachmawati