KAI Berikan Kompensasi untuk 1.077 Bangunan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan warga sekitar terdampak reaktivasi jalur kereta Cibatu-Garut sudah mendapat dana kompensasi.

KAI Berikan Kompensasi untuk 1.077 Bangunan
ilustrasi
INILAH, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan warga sekitar terdampak reaktivasi jalur kereta Cibatu-Garut sudah mendapat dana kompensasi.
 
Manager Humas Daop 2 Bandung Joni Martinus mengatakan, warga terdampak mendapat kompensasi dengan total nilai berbeda-beda.
 
"Di reaktivasi jalur Cibatu-Garut itu terdapat 1.077 bangunan warga. Mereka kini sudah melakukan pembongkaran sendiri," kata Joni, Senin (14/1/2019).
 
Berdasarkan ketentuan, untuk bangunan permanen diberikan kompensasai sebesar Rp250 ribu/M2. Sedangkan, bangunan semipermanen  sebesar Rp200 ribu/M2. Menurutnya, pemberian dana kompensasi itu sudah dilakukan. 
 
Saat ini, dari rencana empat reaktivasi jalur KAI saat ini baru bisa merealisasikan jalur kereta Cibatu-Garut. Sedangkan, tiga jalur lain diakuinya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. 
 
"Harapannya, di tahun 2019 ini reaktivasi jalur Cibatu-Garut bisa selesai. Sementara jalur lain, kita masih menunggu penugasan karena reaktivasi kewenangan pemerintah," ujarnya.
 
Lebih rinci, reaktivasi jalur kereta Cibatu-Garut itu menggunakan jalur lama dengan total jarak tempuh sejauh 19,5 km.
 
"Pada prinsipnya, KAI kalau diberikan penugasan pastinya kita siap. Tetapi sampai sekarang ini, belum ada progres lanjutan. Saat ini baru Cibatu-Garut," sebutnya.
 
Diketahui, KAI kini tengah memfokuskan rencana reaktivasi empat jalur kereta api di Jabar. Ke empat jalur tersebut yakni Banjar-Pangandaran, Garut-Cibatu, Bandung-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.
 
Selain memecah kepadatan, perekonomian daerah-daerah yang dilalui kereta api diharapkan dapat tumbuh karena pergerakan orang dan barang yang semakin mudah.


Editor : inilahkoran