Kajari Kab. Bogor Usut Dugaan Korupsi Proyek Tangki Septik 

Lembaga pemerhati kebijakan publik Centre For Budget Analysis (CBA) menyoroti proyek pengadaan atau pembangunan tangki septik yang dinaungi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR)

Kajari Kab. Bogor Usut Dugaan Korupsi Proyek Tangki Septik 
(Ilustrasi/Reza Zurifwan)

INILAH, Cibinong- Lembaga pemerhati kebijakan publik Centre For Budget Analysis (CBA) menyoroti proyek pengadaan atau pembangunan tangki septik yang dinaungi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR)

Dalam investigasinya, CBA menemukan kejanggalan dalam proyek pengadaan tanki septik terutama yang dijalankan sepanjang tahun 2017. Dimana pada tahun tersebut ada 20 proyek pengadaan tangki septik di 20 kecamatan di Bumi Tegar Beriman dengan total anggaran Rp21.072.733.485 dari pagu anggaran Rp22.233.350.000.

Koordinator Investigasi CBA Jajang Nurjaman menduga proyek pengadaan tangki septik diatas dijalankan dengan tidak benar atau ada penyimpangan hingga negara mengalami kerugian sekitar Rp 3.007.811.000.

"Proyek  pengadaan tangki septik yang dilakukan oleh Pemkab Bogor diduga kuat dijalankan dengan tidak benar atau ada penyimpangan. Dugaan kami ini berdasarkan kejanggalan-kejanggalan dari bagaimana proses lelang dijalankan sampai proyek tersebut dijalankan oleh pihak pemenang lelang," kata Jajang kepada wartawan, Minggu (28/7).

Dia menerangkan dari 20 proyek yang dijalankan 14 diantaranya memiliki nilai proyek yang kelewat mahal, hal ini disebabkan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor selalu memenangkan perusahaan tertentu meskipun dengan tawaran yang tinggi. 

"Contohnya pengadaan tangki septik yang berlokasi di Kecamatan Tanjungsari, nilai proyek yang disepakati Pemkab Bogor dengan CV Enel Bersaudara sebesar Rp1.986.847.500. Angka ini lebih mahal Rp 130 juta dibandingkan tawaran dari CV.DonDon Cimanggis Raya yang digugurkan Pemkab Bogor," terangnya.

Kedua, terdapat empat perusahaan favorit Pemkab Bogor yang memenangkan lebih dari satu proyek pengadaan tangki septik di tahun 2017 seperti PT Muriza Pratama yang beralamat di Taman Pagelaran Blok G VI NO12A RT 003 RW 008 Kelurahan Padasuka, Ciomas Kabupaten Bogor.

"PT Muriza Pratama ini perusahaan yang menjalankan proyek pembangunan tangki septik di Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Gunung Sindur dengan total nilai proyek sebesar Rp 2,2 miliar lebih. Lalu ketiga, biasanya pihak penyelenggara lelang berdalih dipilihnya perusahaan tertentu sebagai pemenang bukan hanya berdasarkan nilai tawaran yang efisien namun juga mempertimbangkan kemampuan dan kualitas dari perusahaan tersebut. Namun hal itu  tidak terbukti dalam proyek pengadaan tangki septik yang dijalankan oleh pemenang proyek di 14 kecamatan, di mana semuanya mangkrak. Inilah yang bisa menjadi titik awal pemeriksaan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor," sambung Jajang.

Ia melanjutkan contoh kejanggalan lainnya  terjadi dalam pelaksanaan proyek tangki septik di Kecamatan Cileungsi yang dimenangkan oleh PT Jel's Putrajaya dan proyek tangki Septik di Kawasan Puncak yang dimenangkan oleh PT Al-Gahtani. 

"Kedua proyek bernilai milyaran rupiah tersebut juga bermasalah sampai mengalami keterlambatan, padahal dari segi harga kedua perusahaan ini mengajukan harga yang mahal dan disepakati oleh Pemkab Bogor," lanjutnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Bambang Hartarto menuturkan temuan dugaan korupsi pengadaan tangki septik oleh CBA ini akan langsung ditelusuri oleh jajarannya.

"Saya sudah menugaskan Kasie Pidana Khusus untuk menanggani permasalahan dugaan korupsi ini, kami akan pelajari bagaimana 14 proyek bernilai belasan atau puluhan milyar bisa mangkrak  dan apakah ada penjualan bendera yang menjadi penyebabnya? Apabila itu terjadi maka itu masuk dalam ranah pidana," tutur Bambang.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur ini menegaskan akan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi ini karena akibat lain perbuatan ekstra ordinary crime membuat pelayanan terghadap masyarakat tidak berjalan maksimal.

"Tangki septik ini kan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan  juga bisa mempengaruhi kualitas  kesehatan  atau kehidupan mereka hingga kasus dugaan korupsi akan kami usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya," tegasnya. (Reza Zurifwan)

 


Editor : Bsafaat