'Kalahkan' Pemkab, Pedagang Pasar Sayati Gelar Syukuran

Ratusan pedagang Pasar Sayati Indah di Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, menggelar syukuran di area parkir pasar tersebut Rabu (3/4). 

'Kalahkan' Pemkab, Pedagang Pasar Sayati Gelar Syukuran
Para pedagang Pasar Sayati menggelar acara syukuran, Rabu (4/4)
INILAH,Bandung- Ratusan pedagang Pasar Sayati Indah di Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, menggelar syukuran di area parkir pasar tersebut Rabu (3/4). 
 
Syukuran dilakukan para pedagang untuk memperingatik Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, sekaligus wujud syukur kemenangan para pedagang di pengadilan beberapa waktu lalu.
 
Tidak hanya para pedagang, seluruh keluarga besar para pedagang serta anak-anak terlibat dalam kegiatan. Dengan mayoritas memakai seragam pasar berwarna hijau. 
 
Diiringi oleh shalawat, ratusan warga pedagang  berkumpul dan menyantap makanan yang mereka bawa masing masing dari rumah.
 
Tak hanya itu saja, belasan tumpeng yang dibuat masing-masing tim dari pedagang diperlombakan dan dipajang di sekitar lokasi kegiatan. Direncanakan, kegiatan akan berakhir malam dengan acara pamungkas tabligh akbar.
 
Koordinator pedagang Pasar Sayati Indah,  Edi Sudjana, mengatakan, botram dan tumpengan merupakan bentuk rasa syukur atas kemenangan pedagang di pengadilan Bale Bandung (5/3) lalu. Berbarengan dengan peringatan hari Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
 
"Ini adalah kegiatan bentuk rasa syukur dan apresiasi atas kemenangan kemarin, 5 Maret. Pasar Sayati, kios dan tanah milik para pedagang dan retribusi yang dilakukan pemda melanggar aturan hukum," kata Edi di lokasi kegiatan.
 
Sebelum keputusan pengadilan, dirinya mengungkapkan jika pemerintah daerah Kabupaten Bandung selalu mengklaim pasar Sayati Indah merupakan pasar milik pemda. Namun, setelah keputusan pengadilan membuktikan jika pasar milik pedagang. 
 
"Apresiasi rasa syukur, dengan syukuran bikin tumpeng, ada pengajian nanti malam. Acara dari jam 1 berakhir jam 10 malam. Sekaligus berbarengan dengan Isra Miraj. Diperkirakan pedagang yang hadir di kisaran 800 warga," ujarnya.
 
Terkait dengan upaya banding yang dilakukan pemerintah daerah, Edi mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum. Para pedagang mengaku saat ini ingin berjualan dengan tenang.
 
"Itu semuanya diserahkan ke kuasa hukum biar mereka mengurus. Sebab bukan bidang kita. Kita ingin jualan tenang," katanya. Dirinya menambahkan, para pedagang ke depan ingin mengelola pasar dengan baik. Dari segi infrastruktur, penataan dan pelayanan.
 
"Pasar Sayati ingin satu kelas dengan supermarket atau mal. Pasar tradisional akan memuaskan pembeli karena adanya transaksi yang bisa tawar menawar. Kita ingin menata agar pembeli tertarik kesini," katanya.
 
Ia pun ingin membuktikan jika pengelolaan pasar yang dilakukan pedagang bisa berjalan, bersih dan aman. "Kita sudah dewasa bisa mengurus semuanya. Umur pasar Sayati sekarang 38 tahun," katanya.
 
Sementara itu, salah seorang warga pedagang lainnya, Asep mengaku bersyukur dengan kegiatan yang diselenggarakan. Termasuk dalam rangka memperingati hari Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW.
 
"Alhamdulillah, para pedagang kompak dan solid untuk Pasar Sayati Indah,"ujarnya. 
 


Editor : inilahkoran