Kalau Saja De Gea ke Madrid, Man-U Sudah di Kasta Ketiga

Penampilan memukau David de Gea membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Bahkan ada yang sampai bercanda, jika De Gea menerima tawaran Real Madrid tiga tahun lalu, Manchester United sudah berada di

Kalau Saja De Gea ke Madrid, Man-U Sudah di Kasta Ketiga
INILAH, London - Penampilan memukau David de Gea membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Bahkan ada yang sampai bercanda, jika De Gea menerima tawaran Real Madrid tiga tahun lalu, Manchester United sudah berada di Leauge One, kasta ketiga sepak bola Inggris saat ini.
 
Kicauan yang disampaikan akun twitter @dreamteam dan dimuat The Sun itu, tentu saja berlebihan. Tapi, tak ada yang membantah betapa luar biasanya penampilan David de Gea dalam pertandingan itu. Pemilik akun @Adzo09wyatt kemudian menimpali, "Dan dia sudah memenangkan tiga medali Liga Champions," katanya.
 
David de Gea memang berkali-kali disebut menjadi incaran Real Madrid. Tapi, pembicaraan soal rencana transfer ini tak pernah bisa terwujudkan. Akibatnya, De Gea tetap bertahan di bawah mistar Manchester United.
 
Sejak berakhirnya era Jose Mourinho, David de Gea pun tampil ciamik. Dia hanya kebobolan tiga gol dalam enam pertandingan. Padahal, sebelumnya, gawang Manchester United jadi bulan-bulanan lawan, kebobolan sampai 29 gol.
 
Menghadapi Tottenham Hotspur, David de Gea terutama menunjukkan kelasnya di babak kedua. Memasuki babak kedua, Tottenham tetap dengan gaya permainan menyerangnya. Banyak peluang mereka dapatkan. Tapi, penampilan ciamik kiper David De Gea mematahkannya.
 
Baru tiga menit babak kedua jalan, Harry Kane melakukan sentuhan cemerlang setelah menerima umpan di kotak penalti. Dia melepaskan tendangan drive mendatar ke pohok kiri gawang. De Gea meluncur untuk menepis bola.
 
Dua menit kemudian, Dele Alli naik di antara pemain belakang lawan dan melepaskan sundulan ke pojok kanan gawang. Tak ada matinya, De Gea kembali terbang menghalanginya.
 
Di menit ke-66, lagi-lagi Dele Alli menerima umpan cemerlang di kotak penalti. Lagi-lagi, De Gea menggagalkan peluangnya dengan melakukan penyelamatan gemilang.
 
Begitu pula empat menit berikutnya. Kali ini, De Gea membuat penyelamatan atas upaya Toby Alderweireld. Pun ketika tendangan Alli di menit ke-74 berhasil dimentahkan kiper Spanyol itu.
 
Empat menit menjelang pertandingan berakhir, Kane kembali memburu bola liar di kotak penalti. Dia memiliki ruang tembak, melepaskan tendangan, dan lagi-lagi diredam De Gea. Begitu pula saat Fernando Llorente melepaskan tendangan di depan gawangnya, De Gea lagi-lagi mampu memeluk bola.
 


Editor : inilahkoran