Kampanyekan Ekonomi Hijau, Caleg PDI Perjuangan Ajak Masyarakat Manfaatkan Botol Plastik Bekas

Calon anggota legislatif (Caleg) PDI Perjuangan mengajak masyarakat memanfaatkan botol plastik bekas, guna mendukung pengurangan limbah dan mengampanyekan ekonomi hijau.

Kampanyekan Ekonomi Hijau, Caleg PDI Perjuangan Ajak Masyarakat Manfaatkan Botol Plastik Bekas

INILAHKORAN, Bandung - Calon anggota legislatif (Caleg) PDI Perjuangan mengajak masyarakat memanfaatkan botol plastik bekas, guna mendukung pengurangan limbah dan mengampanyekan ekonomi hijau.

Kegiatan yang diinisiasi Caleg DPRD Jawa Barat dapil Jabar 1 Maulani Hudayati Surya dan Caleg DPRD Kota Bandung Dapil 4 Ate Solihin ini pun mendapat respon positif, dari ratusan warga Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Rancasasi, Kota Bandung. Dimana mereka berbondong-bondong menukarkan tiga botol plastik bekas dengan satu botol minyak goreng.

"Masing-masing warga membawa 3 botol plastik bekas untuk ditukarkan dengan 1 botol minyak goreng," kata Ketua Ranting 
PDI Perjuangan Kelurahan Mekarjaya Kota Bandung, Dewi Suherah baru-baru ini.

Dewi menambahkan, nantinya seluruh botol plastik bekas itu dikumpulkan dan akan didaur ulang agar memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

"Alhamdulillah, masyarakat menyambut antusias kegiatan ini bahkan melebihi kuota yang kami miliki," ucapnya.

Sementara Maulani Hudayati menyambut baik kegiatan tersebut, yang merupakan salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa limbah botol plastik masih memiliki nilai ekonomis bila didaur ulang.

Menurutnya, pemanfaatan limbah botol plastik ini selaras dengan komitmen capres no urut 3 Ganjar-Mahfud terhadap kelestarian lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan manusia.

"Sampah botol plastik merupakan ancaman terhadap bencana lingkungan, karena proses penguraiannya lama. Botol plastik yang dibuang sembarangan dapat menyumbat aliran air sehingga menyebabkan banjir. Karenanya, ayo kita bersama merubah limbah menjadi berkah di lingkungan masing-masing," kata Maulani.

Sementara Ate Solihin mengajak masyarakat untuk memilah dan mengelompokkan sampah yang dapat didaur ulang.

Dengan memilah sampah, kata Ate, bisa mengurangi volume sampah yang akhirnya akan dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Seperti misalnya, kata Ate, limbah botol bekas yang masih bisa diolah kembali menjadi barang-barang yang lebih bermanfaat dan bisa dijual.

"Salah satu permasalahan di Kota Bandung adalah sampah. Untuk itu, dengan kreativitas, kita dapat membuat produk daur ulang dari botol plastik bekas, dan tentu ini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi kita," tutupnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti