Karena Rezeki Tak Hanya Sebatas Harta

BANYAK yang gagal paham tentang konsep rezeki yang diberikan Allah Ta'ala. Umumnya, mereka memandang rezeki hanyalah harta semata.

Karena Rezeki Tak Hanya Sebatas Harta

BANYAK yang gagal paham tentang konsep Rezeki yang diberikan Allah Ta'ala. Umumnya, mereka memandang Rezeki hanyalah Harta semata.

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal dikutip rumaysho.com menjabarkan pengertian dari kata 'Rezeki' berikut ini:

Dalam islam, Rezeki adalah:

هُوَ كُلُّ مَا تَنْتَفِعُ بِهِ مِمَّا اَبَاحَهُ اللهُ لَكَ سَوَاءٌ كَانَ مَلْبُوْسٌ اَوْ مَطْعُوْمٌ … حَتَّى الزَّوْجَة رِزْق، الاَوْلاَدُ وَ البَنَاتُ رِزْقٌ وَ الصِّحَةُ وَ السَّمْعُ وَ العَقْلُ …الخ

 “Segala sesuatu yang bermanfaat yang Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian, makanan, sampai pada istri. Itu semua termasuk Rezeki. Begitu pula anak laki-laki atau anak peremupuan termasuk Rezeki. Termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran dan penglihatan.”

 Rezeki Berupa Harta

 Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal secara khusus membahas Rezeki yang berupa Harta. Menurut beliau, andai Rezeki itu berbentuk Harta maka wajib diperhatikan zakat dari Harta tersebut atau mengeluarkannya untuk sedekah yang sunnah. Ada pula Rezeki selain Harta yang juga diperintahkan untuk dimanfaatkan untuk hal-hal baik, seperti Rezeki berupa akal, pendengaran dan penglihatan.

Adapun pemanfaatan Rezeki dengan dua acara:

1- Rezeki atau nikmat dimanfaatkan untuk melakukan ketaatan pada Allah.

2- Rezeki tersebut dimanfaatkan untuk memberi manfaat pada kaum muslimin yang lain.

Ibnu Hazm berkata,

“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.” (Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2: 82)

 Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Sumber https://rumaysho.com/11517-makna-Rezeki-dan-cara-mencarinya.html


Editor : Bsafaat