Buya Yahya Ungkap Zikir Sebelum Subuh: Amalan Sederhana yang Bisa Membuka Pintu Rezeki dari Segala Arah
Buya Yahya kembali menegaskan pentingnya mengisi waktu antara adzan dan shalat Subuh dengan zikir, sebagai bentuk ibadah yang dapat mengundang limpahan rezeki.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Buya Yahya kembali menegaskan pentingnya mengisi waktu antara adzan dan shalat subuh dengan zikir, sebagai bentuk ibadah yang dapat mengundang limpahan rezeki.
Menurutnya, cukup dengan berdzikir selama 10 menit sebelum subuh, umat Muslim bisa merasakan manfaat besar dari keberkahan yang turun pada waktu tersebut.
Dalam ceramah yang diunggah melalui kanal YouTube-nya pada Kamis, 29 Mei 2025, Buya Yahya menyampaikan bahwa zikir sebelum subuh adalah salah satu amalan yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW.
Amalan ini bukan hanya menunjukkan kedekatan kepada Allah SWT, tapi juga menjadi pintu datangnya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
“Zikir sebelum subuh termasuk yang menambah rezeki,” jelas Buya Yahya. Ia menambahkan bahwa waktu subuh adalah waktu yang dicintai oleh Allah, di mana para malaikat turut menyaksikan dan mencatat amal kebaikan manusia.
Buya Yahya juga meluruskan bahwa rezeki tidak hanya berupa harta benda. Ia menjelaskan bahwa bentuk rezeki bisa beragam, seperti mendapatkan jodoh yang baik, ilmu yang bermanfaat, keturunan yang saleh, hingga kesehatan dan ketenangan hidup. Semua itu, menurutnya, adalah karunia luar biasa dari Allah yang sering kali tidak disadari oleh manusia.
“Kesehatan adalah rezeki, begitu pula kebahagiaan,” ungkapnya. Sayangnya, menurut beliau, banyak orang terlena dalam kenikmatan duniawi hingga lupa bersyukur atas rezeki yang telah diberikan.
Karena itu, Buya Yahya mendorong umat Islam untuk menjadikan zikir sebagai rutinitas harian, khususnya di waktu subuh. Ia menekankan bahwa amalan ini mudah dilakukan namun memiliki dampak spiritual yang besar. Waktu yang disarankan adalah antara terbitnya fajar hingga shalat subuh dimulai.
Salah satu bentuk zikir yang diajarkan oleh Buya Yahya adalah tasbih malaikat, dengan lafaz:
"Subhanallahil adzim, subhanallah wa bi hamdih"
(Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya).
Menurut beliau, tasbih ini mengandung pujian yang agung kepada Allah dan mampu mengundang doa dari para malaikat agar sang pembaca diberi kelapangan rezeki.
Buya juga mengutip hadits riwayat Abu Hurairah dan Abu Sa’id, bahwa suatu kaum yang duduk berdzikir akan dikelilingi malaikat, dilimpahi rahmat, dan diselimuti ketenangan, bahkan Allah pun menyebut mereka di hadapan makhluk-makhluk-Nya yang mulia.
Dengan penjelasan tersebut, Buya Yahya berharap umat Muslim lebih menyadari pentingnya amalan zikir, terutama di waktu-waktu mustajab seperti subuh. Zikir tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai jembatan mendekatkan diri kepada Sang Pemberi rezeki.
Editor : Firda Rachmawati


