Buya Yahya Ceritakan Kisah Syahidnya Cucu Rasulullah dalam Tragedi Karbala Saat 10 Muharram
Buya Yahya menceritakan kembali peristiwa memilukan dalam sejarah Islam: wafatnya cucu Rasulullah SAW, Sayyidina Husein atau Imam Husein, yang terjadi pada 10 Muharram di Karbala, Irak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Dalam salah satu ceramahnya, ulama kondang Buya Yahya menceritakan kembali peristiwa memilukan dalam sejarah Islam: wafatnya cucu Rasulullah SAW, Sayyidina Husein atau Imam Husein, yang terjadi pada 10 Muharram di Karbala, Irak.
Imam Husein merupakan putra dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah az-Zahra, serta adik dari Sayyidina Hasan. Ia gugur sebagai syuhada dalam tragedi Perang Karbala pada usia sekitar 58 tahun, tepatnya pada tahun 61 Hijriah atau 680 Masehi.
Buya Yahya menjelaskan, kecintaan kepada Imam Husein sejatinya mencerminkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad, “Ya Allah, aku mencintai Husein dan cintailah orang yang mencintai Husein.” Bahkan, menurut Buya Yahya, Nabi telah mengetahui sejak awal bahwa cucunya akan wafat di Karbala.
Peristiwa tersebut diungkapkan malaikat Jibril saat Nabi sedang berada di rumah Ummu Salamah. Rasulullah pun tampak menangis saat menggenggam segenggam tanah merah, yang kelak dikenal sebagai tanah Karbala.
Tragedi Karbala bermula dari peralihan kekuasaan dari Muawiyah bin Abu Sufyan kepada putranya, Yazid. Sebelumnya, Sayyidina Hasan pernah menyerahkan kepemimpinannya kepada Muawiyah demi mencegah pertumpahan darah. Namun, saat Yazid naik takhta, konflik kembali mencuat.
“Yazid dikenal sebagai penguasa fasik,” kata Buya Yahya. Ia digambarkan sebagai pemabuk dan gemar berfoya-foya, bahkan tak segan membunuh orang yang menentangnya. Kondisi inilah yang membuat sebagian sahabat Nabi memilih diam dan membaiat Yazid demi menjaga stabilitas umat. Namun, Sayyidina Husein dan sebagian lainnya menolak tunduk.
Ketegangan meningkat ketika Yazid memerintahkan seluruh wilayah, termasuk Kufah dan Madinah, untuk menyatakan baiat kepadanya.
Ketika perintah itu sampai ke Madinah, Sayyidina Husein sempat meminta waktu untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya. Ia pun akhirnya meninggalkan Madinah menuju Makkah bersama para pecintanya, termasuk keturunan sahabat Rasulullah.
Beberapa bulan kemudian, Husein menerima surat dari Kufah berisi ajakan untuk datang dan memimpin perlawanan terhadap Yazid. Namun sebelum sempat memasuki kota tersebut, rombongan Imam Husein dicegat di Karbala oleh pasukan Yazid. Di sanalah ia dan para pengikutnya gugur secara tragis.
Buya Yahya menutup kisah ini dengan ajakan untuk mendalami kembali sejarah Islam melalui bimbingan ulama agar tidak salah memahami peristiwa yang sarat makna ini.
Editor : Firda Rachmawati

